Ia berharap bergabungnya pemain baru ke dalam tim bisa merubah sirkulasi bola dan mengatur pola serangan.
Selama jeda kompetisi libur Natal dan Tahun baru 2025, Persiku melakukan pembenahan di dalam internal tim.
Mulai dari merombak kepengurusan manajemen, uji coba, hingga membentuk kosolidan pemain lama dengan rekrutan baru.
Pelatih Persiku Kudus, Bonggo Pribadi mengatakan, beberapa catatan telah didapatkanya usai laga uji coba melawan Persinga Ngawi.
Dia mengapresiasi pemain baru dan lama di dalam tim mulai terbentuk dalam permainan.
Namun, Bonggo menilai ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Salah satunya sirkulasi bola para pemain yang seharusnya bisa lebih cepat dilakukan malah terbilang lambat.
”Sirkulasi bola yang seharusnya bisa lebih cepat dilakukan dan memaksimalkan setiap peluang yang ada,” katanya.
Diakui oleh Bonggo permasalahan yang utama dalam tim adalah terkait penyelesaian akhir. Dalam sesi latihan, finishing selalu diasah oleh pelatih.
Setiap pemain ditekankan melakukan penyelesaian akhir untuk menghasilkan gol.
Dalam sesi uji coba tersebut, dua rekrutan striker Persiku tampil optimal. M. Rafli mampu mencetak gol di babak pertama.
Selain itu, sriker asing Persiku, Richard Gadze juga mampu memberikan kontribusi. Ia mencetak gol di babak kedua.
Penampilan konsisten tersebut diharapkan, Bonggo mampu diterapkan pada sisa dua laga putaran kedua.
Hal ini akan menjadi pembuktian pemain bahwa akan berjuang mati-matian di babak play off degradasi.
Baca Juga: Persiku Kudus Dirumorkan bakal Tambah Striker Asing di Sisa Putaran Kedua dan Play Off
Manajemen Persiku mematok target awal, tim kebanggaan masyarakat Kudus itu bisa promosi ke Liga 1. Namun dalam berjalannya waktu, performa Persiku merosot.
Manajemen kini mentargetkan Persiku harus bisa bertahan di Liga 2 pada musim depan.
Dari evaluasi manajemen, ada 10 orang yang dicoret dari tim. Salah satu pemain yang dicoret adalah striker Ronny Maza. Penyerang asal Venezuela itu dinilai minim dalam mencetak gol. (gal/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma