JEPARA - Ketua Banaspati -salah satu kelompok suporter Persijap- Agus Cumez turut menyayangkan kejadian kekerasan yang dilakukan oknum suporter sepak bola.
Dalam kerusuhan ini yang menjadi korbannya adalah warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati. Ia mengalami luka parah.
Aksi anakis ini terjadi di Jalan Lingkar Ngembal Kulon depan salah satu toko las saat mereka hendak pulang ke Jepara sekitar pukul 19.00 WIB.
Kejadian ini terjadi usai oknum suporter itu menonton laga sepak bola antara Persipa Pati kontra Persijap Jepara yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Joyokusumo Pati pada Minggu (1/12).
Dalam perjalanan pulang itu, oknum suporter tersebut juga melakukan orasi dan menyalakan kembang api di Jalan Lingkar Ngembal Kulon.
Bahkan, beberapa orang masuk ke permukiman terekam CCTV melakukan kerusuhan dengan melempar tempat sampah dan cat.
Hingga menyebabkan salah satu rumah warga dan sekolah mengalami kerusakan berupa kaca jendela pecah.
Agus Cumez merasa prihatin lantaran sepak bola yang mestinya jadi alat pemersatu bangsa ternoda karena kejadian itu.
Namun, ia meminta agar tidak hanya melihat dari satu pihak atas kejadian itu.
”Kalau itu benar pengeroyokan ya sangat disayangkan. Tapi jangan dilihat sepihak juga. Adanya seperti itu pasti ada pemicunya," tegasnya saat dikonfirmasi kemarin.
"Kami juga sangat prihatin, karena sepak bola itu pemersatu bangsa. Gara-gara oknum, semua kena imbasnya," lanjutnya.
Ia berharap, ke depan seluruh elemen suporter Jepara mau instropeksi diri atas kejadian ini.
”Kami berkewajiban untuk mengedukasi adik-adik kami. Agar hal-hal seperti itu, tidak terulang. Semoga kejadian seperti itu, tidak terjadi lagi. Ini untuk yang terakhir kalinya," tandas Agus. (rom)
Editor : Ali Mustofa