Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kronologi Lengkap Pemukulan Eko Agus Sugiharto, Wasit yang Dipukul di PON XXI Aceh-Sumut

Zakarias Fariury • Minggu, 15 September 2024 | 19:59 WIB
TEREKAM: Kronologi Eko Agus Sugiharto ketika dipukul pemain Sulteng di PON XXI Aceh-Sumut 2024. (Tangkapan Layar)
TEREKAM: Kronologi Eko Agus Sugiharto ketika dipukul pemain Sulteng di PON XXI Aceh-Sumut 2024. (Tangkapan Layar)

RADAR KUDUS - Pertandingan perempat final sepak bola putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 diwarnai insiden mengejutkan yang mencoreng jalannya laga.

Pada laga panas antara tuan rumah Aceh melawan Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu malam, 14 September 2024, di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, wasit menjadi korban tindakan kekerasan yang memicu kehebohan.

Pertandingan berlangsung sengit, terutama di babak kedua ketika Sulteng memimpin 1-0.

Sulawesi Tengah, yang mulai bermain defensif dengan agresivitas tinggi, memicu sejumlah pelanggaran.

Akibatnya, wasit Eko Agus Sugih Harto, asal Palembang, terpaksa mengeluarkan beberapa kartu, termasuk kartu merah yang diberikan kepada pemain Sulteng, Wahyu Alman, pada menit ke-74.

Wahyu dinilai melakukan pelanggaran serius karena mengangkat kaki terlalu tinggi dalam upaya membuang bola, yang hampir mengenai kepala pemain Aceh.

Memanasnya tensi semakin terlihat ketika wasit mengusir pemain Sulteng kedua, Moh Akbar, di menit ke-85, yang memicu protes keras dari pihak Sulawesi Tengah.

Situasi makin keruh setelah keputusan kontroversial wasit memberikan tambahan waktu hingga 13 menit, yang kian menyulut ketegangan, terutama setelah wasit memberikan penalti untuk Aceh pada menit ke-97.

Meskipun tekel di dalam kotak penalti terlihat bersih, wasit tetap menghadiahi penalti, yang memicu kemarahan tim Sulawesi Tengah.

Puncak kemarahan terjadi ketika pemain Sulteng, Muhammad Rizki, meluapkan frustrasinya dengan memukul kepala wasit Eko Agus Sugih Harto.

Aksi tersebut membuat wasit terjatuh di lapangan dan harus segera ditandu keluar untuk mendapatkan perawatan medis.

Kejadian ini memancing reaksi suporter tuan rumah yang sempat melontarkan botol ke arah lapangan, memaksa pertandingan dihentikan sementara untuk meredakan situasi.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Aceh diberikan kesempatan penalti, namun gagal dimanfaatkan dengan baik oleh tim tuan rumah.

Tidak lama setelah itu, wasit kembali memberikan penalti kedua kepada Aceh setelah terjadi dugaan handball dari pemain Sulawesi Tengah.

Kali ini, eksekusi penalti berhasil dilakukan oleh Akmal Juanda, yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Seharusnya, pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah berakhir imbang.

Namun, tim Sulawesi Tengah memutuskan untuk mundur dari pertandingan atau walk out (WO), yang secara otomatis memastikan Aceh lolos ke babak semifinal.

Di babak semifinal, Aceh dijadwalkan akan berhadapan dengan tim kuat Jawa Timur pada Senin, 16 September 2024.

Keputusan tim Sulawesi Tengah untuk mundur, serta insiden pemukulan terhadap wasit, menjadi sorotan besar dalam perjalanan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Editor : Ali Mustofa
#pon #Kontroversi wasit PON #sepak bola putra pon #Eko Agus Sugiharto #sepak bola PON #pssi #Kronologi pemukulan wasit PON #Pemukulan wasit PON #Aceh vs Sulteng #Kronologi pemukulan wasi pon