Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Catat! Hak Siar Serie A bakal Masuk Indonesia, Ini Jadwalnya

Zakarias Fariury • Senin, 26 Agustus 2024 | 01:08 WIB
Logo Serie A
Logo Serie A

RADAR KUDUS - Musim kompetisi Serie A 2024-2025 resmi telah bergulir pada Sabtu, 17 Agustus 2024, menandai dimulainya salah satu liga sepak bola paling bergengsi di dunia.

Namun, antusiasme para penggemar sepak bola di Indonesia, yang dikenal dengan sebutan tifosi, masih terbelenggu oleh ketidakpastian terkait hak siar pertandingan-pertandingan Serie A di Tanah Air.

Hingga saat ini, para tifosi di Indonesia belum dapat menikmati laga-laga Serie A, mengingat belum adanya kepastian mengenai media yang akan menayangkan kompetisi sepak bola elite Italia tersebut.

Padahal, di negara-negara lain, seperti Australia dan Selandia Baru, penggemar sepak bola sudah dapat menikmati pertandingan Serie A setelah beIN Sports, platform media olahraga premium asal Qatar, berhasil mengamankan hak siar di kedua negara tersebut pada detik-detik terakhir sebelum kompetisi dimulai.

Pengumuman mengenai hak siar ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosial resmi beIN Sports Australia pada Sabtu, 18 Agustus 2024.

Dalam unggahannya, akun @beINSPORTS_AUS di platform X menuliskan, "beIN SPORTS adalah rumah Anda untuk @SerieA pada (musim) 24/25!!" Hal ini mengonfirmasi bahwa seluruh 380 pertandingan Serie A musim ini akan disiarkan melalui platform OTT beIN Sports Connect bagi para pelanggan di Australia dan Selandia Baru.

@beINSPORTS_AUS
@beINSPORTS_AUS

Kabar ini tentu disambut gembira oleh masyarakat di kedua negara tersebut, terutama di Australia yang memiliki populasi besar keturunan Italia.

Namun, situasi di Indonesia justru berbeda.

Meski hak siar Serie A untuk kawasan Asia Pasifik dalam enam musim terakhir (2018-2024) memang dimiliki oleh beIN Sports, negosiasi dengan Infront, distributor yang ditunjuk oleh operator liga, tampaknya mengalami hambatan.

Sejauh ini, beIN Sports sebagai pemegang hak siar incumbent belum bisa memberikan kepastian mengenai penayangan pertandingan Serie A di Indonesia.

Dalam enam tahun terakhir, penggemar sepak bola di Indonesia dapat menyaksikan pertandingan Serie A melalui berbagai platform yang bekerja sama dengan beIN Sports, termasuk Vidio yang menyediakan akses saluran linear beIN Sports.

Namun, dengan negosiasi yang masih berjalan alot, jutaan penggemar sepak bola di Indonesia terpaksa melewatkan sejumlah laga menarik, seperti Genoa vs Inter Milan dan AC Milan vs Torino yang berlangsung pada akhir pekan lalu.

Menurut laporan media asing, negosiasi hak siar yang berlangsung antara Infront, distributor hak siar Serie A, dan berbagai broadcaster di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, masih menemui jalan buntu.

Salah satu faktor yang membuat negosiasi kali ini lebih rumit adalah keinginan Infront untuk menjual hak siar secara terpisah di setiap negara, terutama di pasar yang menjanjikan seperti Indonesia.

Negara ini dikenal memiliki basis penggemar terbesar di Asia Tenggara untuk klub-klub besar Italia seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma, Lazio, dan Fiorentina.

Situasi ini semakin diperumit oleh skema penjualan hak siar yang diterapkan untuk siklus musim 2024-2027.

Infront, dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada 20 Februari 2024 di laman resminya, mengonfirmasi bahwa mereka telah menandatangani kontrak untuk memasarkan hak siar Serie A di 36 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, hingga 2027.

Namun, berbeda dengan periode sebelumnya, kali ini hak siar Serie A dijual dalam satu paket bersama Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Skema ini diduga menjadi salah satu penyebab rumitnya proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, MNC Group, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia, dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Infront untuk memperoleh hak siar penuh Serie A beserta Coppa Italia dan Supercoppa Italiana untuk siklus musim 2024-2027.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rumor tersebut.

Menariknya, beIN Sports Indonesia juga dikabarkan sedang dalam proses untuk menyusul langkah yang telah diambil di Australia dan Selandia Baru.

Berdasarkan informasi yang beredar, jadwal pertandingan AC Milan vs Lazio pada Minggu, 1 September 2024 pukul 01.45 WIB akan mulai disiarkan langsung melalui aplikasi beIN Sports Connect di Indonesia.

Namun, informasi ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu, 31 Agustus 2024 pukul 01.45 WIB, penggemar sepak bola Indonesia juga diharapkan dapat menyaksikan duel antara Inter Milan vs Atalanta, meski kepastian penayangan laga tersebut masih belum jelas.

Dalam kondisi penuh ketidakpastian ini, para tifosi di Indonesia harus terus bersabar dan berharap agar hak siar Serie A segera menemukan titik terang di Tanah Air.

Bagi mereka, penantian ini terasa sangat berat, terlebih ketika harus melewatkan momen-momen penting dari klub kesayangan mereka.

Kepastian mengenai hak siar ini tidak hanya penting bagi para penggemar, tetapi juga untuk menjaga gairah sepak bola Italia di Indonesia tetap menyala.

Hingga titik terang ditemukan, semua mata tertuju pada hasil negosiasi yang sedang berlangsung, yang diharapkan dapat segera memberikan kabar baik bagi jutaan tifosi di seluruh Nusantara.

Kekecewaan Tifosi Serie A

Para pecinta Liga Italia atau biasa disebut tifosi Serie A mengaku kecewa lantaran Indonesia tidak mendapatkan Hak siar untuk Serie A.

Permasalahan ini muncul lantaran keinginan Infront untuk menjual hak siar secara terpisah di setiap negara, terutama di wilayah dengan pasar yang menjanjikan seperti Indonesia.

Permasalahan ini semakin menjadi sorotan setelah Carlo Garganese, seorang jurnalis sepak bola terkemuka asal Italia, mengungkapkan kritik tajamnya melalui akun media sosial X.

Dalam cuitannya, Garganese menyoroti ketidakmampuan Infront, perusahaan yang ditunjuk sebagai agen pemasaran oleh operator liga, dalam menjual hak siar Serie A ke berbagai negara.

Ia menilai, hingga dua hari menjelang kick-off musim baru, Serie A masih belum memiliki kepastian mengenai hak siar di beberapa pasar besar, termasuk Indonesia dan Australia.

"48 jam menuju dimulainya musim baru, Serie A masih belum memiliki hak siar TV di beberapa pasar BESAR," ujar Garganese melalui akun X-nya, @carlogarganese, pada Kamis, 15 Agustus 2024.L

Diketahui, Indonesia dengan populasi sekitar 275 juta jiwa menjadi salah satu negara yang hingga kini belum mencapai kesepakatan.

Selain itu, Australia, yang dikenal memiliki banyak penduduk keturunan Italia, juga masih berada dalam ketidakpastian.

Di beberapa negara, hak siar memang sudah diperoleh oleh media lokal, namun akses untuk menonton pertandingan sangat terbatas, atau jumlah pertandingan yang ditayangkan sangat sedikit.

Hal ini semakin memperburuk situasi, mengingat banyak penggemar yang berharap dapat menyaksikan seluruh pertandingan Serie A secara penuh.

Garganese juga menyoroti sikap Lega Serie A dan Infront yang tampak lebih fokus mengejar keuntungan dari pasar hak siar Amerika Serikat, sementara pasar besar lainnya, seperti Asia Pasifik, kurang diperhatikan.

Kritik tajam ini diarahkan kepada Anna Guarnerio, International Media Rights Director of Lega Serie A, dan Infront selaku mitra agensi yang dianggap gagal dalam mengelola hak siar liga.

Di sisi lain, menurut laporan yang diterbitkan di situs resmi Infront pada 20 Februari 2024, perusahaan ini telah mencapai kesepakatan untuk menjadi distributor hak siar Serie A di 36 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, untuk siklus musim 2024-2027.

Kontrak ini mencakup tidak hanya pertandingan Serie A, tetapi juga Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Kesepakatan ini berbeda dengan siklus sebelumnya (musim 2021-2024), di mana Infront tidak memiliki hak untuk memasarkan kedua turnamen tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir, penayangan Serie A di Indonesia dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya dilakukan oleh beIN Sports, saluran olahraga premium asal Qatar.

BeIN Sports menayangkan pertandingan melalui platform over the top (OTT) mereka sendiri, serta mendistribusikannya ke berbagai mitra lokal, termasuk Vidio, IndiHome TV (yang kontraknya berakhir pada Juli 2024), dan MNC Vision Networks (hingga November 2022).

Bahkan, RCTI yang pertama kali memperkenalkan Serie A di Indonesia juga sempat memperoleh sublisensi dari beIN Sports untuk menayangkan pertandingan melalui platform free to air (FTA) pada musim 2019-2022.

Namun, hingga saat ini, proses negosiasi hak siar di Indonesia masih belum mencapai titik terang.

Rumor menyebutkan bahwa salah satu grup media besar di Indonesia sedang berupaya untuk mendapatkan hak siar Serie A secara penuh, yang memungkinkan mereka memonetisasi penayangan di seluruh platform, termasuk free to air (FTA), direct to home (DTH), IPTV, dan OTT.

Di sisi lain, beIN Sports yang sebelumnya menjadi pemegang hak siar tampaknya tidak akan menyerah begitu saja.

Mereka dikabarkan kembali melakukan penawaran (bidding) untuk mempertahankan hak siar Serie A di sejumlah negara Asia Pasifik, demi menjaga pangsa pasar yang telah mereka bangun selama ini.

Selain itu, beIN Sports juga telah memperpanjang kontraknya dengan operator La Liga hingga musim 2026-2027, serta mengamankan hak siar untuk UEFA Club Competitions (Liga Champions, Europa League, Conference League, dan UEFA Super Cup) untuk siklus musim 2024-2027 di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Dengan dimulainya musim Serie A yang tinggal hitungan jam, tifosi di Indonesia hanya bisa berharap agar ada kejelasan mengenai hak siar dalam waktu dekat.

Keterlambatan dalam penyelesaian negosiasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka harus melewatkan pertandingan-pertandingan awal musim, yang tentu saja akan menjadi kekecewaan besar bagi para penggemar sepak bola di tanah air. 

Permasalahan Hak Siar Bukan Pertama Kali

Sebelumnya Serie A juga pernah mengalami sedikit masalah dengan broadcaster lain.

Pada Tahun Lalu DAZN dan Sky Italia juga berniat membeli hak siar Serie A dan melalui negosisasi yang juga cukup alot kala itu.

Setelah empat bulan penuh dengan negosiasi intens, akhirnya tawaran bersama dari DAZN dan Sky Italia untuk hak siar domestik Serie A mendapat persetujuan dari mayoritas klub.

Sebanyak 17 dari 20 klub liga menyetujui kesepakatan yang dilaporkan bernilai gabungan $4,77 miliar (€450 miliar) dan akan mencakup lima musim, mulai dari 2024-25 hingga 2028-29.

Kesepakatan ini datang di tengah tekanan yang semakin besar pada Lega Serie A, terutama dengan musim baru.

Tekad DAZN dan Sky Italia untuk terus melakukan negosiasi hingga menit-menit terakhir terbukti membuahkan hasil.

Dalam kesepakatan ini, DAZN muncul sebagai pemain utama dengan menawarkan pendapatan minimum $744 juta (€700 juta) per musim untuk kompetisi sepak bola teratas Italia, sementara Sky Italia akan menyumbang tambahan €200 juta ($213 juta) per musim dalam lima musim tersebut.

Nantinya, pemirsa di Italia akan dapat menyaksikan tujuh pertandingan Serie A per pekan (266 dari 380 pertandingan liga per musim) melalui DAZN, sedangkan tiga pertandingan lainnya akan disiarkan di Sky Italia, yang secara total mencakup 114 pertandingan per musim.

Baca Juga: Usai Serie A, Liga Champions Terancam Tak Bisa Tayang Gratis di Indonesia, Ini Penyebabnya

Namun, meski kesepakatan ini telah mencapai titik final, tidak dapat dipungkiri bahwa ini adalah masa-masa sulit bagi perekonomian sepak bola Italia.

Dalam konteks ekonomi yang stagnan dan mengalami deflasi, nilai kesepakatan baru ini justru menunjukkan penurunan pendapatan keseluruhan sebesar 2,95%.

Sebagai perbandingan, kesepakatan hak siar Serie A saat ini (2021-24) dengan DAZN dan Sky Italia bernilai $975 juta per musim, atau $28 juta lebih tinggi dibandingkan perjanjian yang baru saja diperbarui.

Hal ini membuat pemilik Napoli, Aurelio De Laurentiis, melontarkan kritik keras dan menyerukan pembatalan kesepakatan tersebut.

“Ini adalah kekalahan total, kesepakatan ini akan menjadi kematian sepak bola Italia,” ujar De Laurentiis dengan tegas dalam sebuah konferensi pers, langsung kepada CEO Serie A, Luigi De Siervo.

Namun, De Siervo memberikan pandangan berbeda. Ia menyatakan bahwa kesepakatan baru ini berpotensi setara atau bahkan mencapai satu miliar euro per musim jika beberapa tambahan tertentu dimasukkan.

Dengan kesepakatan DAZN, klub juga berhak mendapatkan bagian dari pendapatan tambahan yang belum ditentukan berdasarkan berbagai kriteria kinerja, seperti pertumbuhan pelanggan.

Surat kabar Italia, La Repubblica, melaporkan bahwa klub-klub Serie A akan menerima pembayaran tahunan yang disepakati sebesar $947 juta dalam dua tahun pertama, dengan peningkatan jumlah pada tahun ketiga hingga kelima.

Meski mayoritas klub menyetujui kesepakatan ini, tidak semua klub berada di pihak yang sama.

Tiga klub Serie A menolak tawaran gabungan dari DAZN dan Sky Italia, dan malah mendukung ide untuk meluncurkan model bisnis langsung ke konsumen (DTC) di mana Lega Serie A akan menyiarkan semua pertandingan.

Ide ini muncul setelah keputusan liga pada tahun 2021 untuk membangun pusat penyiaran sendiri (IBC) yang terletak sekitar 15 mil dari stadion utama Milan, Stadio San Siro.

Di sisi lain, ketua Torino, Urbano Cairo, menyatakan bahwa keputusan Lega Serie A untuk menerima tawaran yang telah direvisi merupakan langkah yang tepat meskipun angka yang ditawarkan berada di bawah ekspektasi awal dan di bawah kontrak saat ini.

“Membuat saluran TV Serie A sekarang... berarti menambah risiko lebih lanjut pada bisnis (yang sudah) berisiko seperti sepak bola,” ujar Cairo, yang juga pemilik Cairo Communication, sebuah perusahaan media.

Saat Ini Serie A juga mengalami kendala perihal hak siar di sebagian besar negara Asia Pasifik.

sebelumnya Australia dan Selandia Baru telah mendapat kabar bahagia, pasalnya pada menit-menit terakhir sebelum kompetisi bergulir, beIN Sports, platform media olahraga premium asal Qatar, berhasil mengamankan hak siar untuk kedua negara tersebut.

Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosial resmi beIN Sports Australia pada Sabtu, 18 Agustus 2024.

Ini menjadi kabar menggembirakan bagi penduduk di kedua negara, terutama Australia yang dikenal memiliki populasi besar keturunan Italia.

Di sisi lain, MNC Group, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia, dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Infront untuk memperoleh hak siar penuh Serie A beserta Coppa Italia dan Supercoppa Italiana untuk siklus musim 2024-2027.

Namun, informasi ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait. (ury)

Editor : Abdul Rokhim
#jadwal serie A #hak siar #serie a #hak siar serie a #siaran serie a