Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Penayangan Serie A di Indonesia Tak Kunjung Berhasil, Jurnalis Italia Soroti Opertor Liga, Ini Penyebabnya

Zakarias Fariury • Selasa, 20 Agustus 2024 | 17:22 WIB
@acmilan
@acmilan

RADAR KUDUS - Permasalahan hak siar ini muncul sebagai dampak dari strategi baru yang diterapkan oleh Infront, perusahaan yang bertanggung jawab atas distribusi hak siar Serie A.

Infront memutuskan untuk menjual hak siar secara terpisah di setiap negara, terutama di wilayah-wilayah dengan pasar yang dianggap potensial seperti Indonesia.

Keputusan ini menimbulkan kebuntuan dalam negosiasi dengan broadcaster di Indonesia, yang dikenal sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola Italia terbesar di Asia Tenggara.

Klub-klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma, Lazio, dan Fiorentina memiliki pengikut setia yang besar di Indonesia, sehingga tidak mengherankan jika ketiadaan hak siar Serie A di sini menjadi sorotan utama.

Situasi ini semakin diperparah dengan kritik tajam yang dilontarkan oleh Carlo Garganese, seorang jurnalis sepak bola terkemuka asal Italia.

Melalui akun media sosial X-nya, @carlogarganese, Garganese menyoroti ketidakmampuan Infront dalam menjual hak siar Serie A ke berbagai negara.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa hingga dua hari sebelum kick-off musim baru, Serie A masih belum memiliki kepastian mengenai hak siar di beberapa pasar besar, termasuk Indonesia dan Australia.

"48 jam menuju dimulainya musim baru, Serie A masih belum memiliki hak siar TV di beberapa pasar BESAR," tulis Garganese pada Kamis, 15 Agustus 2024.

Ungkapan tersebut mencerminkan keprihatinan mendalam akan nasib penayangan Serie A di negara-negara dengan populasi besar, seperti Indonesia yang memiliki sekitar 275 juta jiwa, serta Australia, yang memiliki banyak penduduk keturunan Italia.

Meski di beberapa negara hak siar telah berhasil diamankan oleh media lokal, namun akses untuk menonton pertandingan sangat terbatas, baik dari segi jumlah pertandingan yang ditayangkan maupun platform yang digunakan.

Kondisi ini tentu semakin memperburuk situasi, mengingat banyak penggemar berharap dapat menyaksikan seluruh pertandingan Serie A secara penuh.

Garganese juga menyoroti sikap Lega Serie A dan Infront yang tampaknya lebih fokus mengejar keuntungan dari pasar hak siar di Amerika Serikat, sementara pasar besar lainnya seperti Asia Pasifik, termasuk Indonesia, kurang mendapat perhatian.

Kritik ini terutama diarahkan kepada Anna Guarnerio, International Media Rights Director of Lega Serie A, dan Infront selaku mitra agensi yang dianggap gagal mengelola hak siar liga dengan baik.

Meskipun demikian, laporan yang diterbitkan di situs resmi Infront pada 20 Februari 2024 menyebutkan bahwa perusahaan ini telah mencapai kesepakatan untuk menjadi distributor hak siar Serie A di 36 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, untuk siklus musim 2024-2027.

Kesepakatan ini mencakup tidak hanya pertandingan Serie A, tetapi juga Coppa Italia dan Supercoppa Italiana, yang dijual dalam satu paket—berbeda dengan siklus sebelumnya (musim 2021-2024) di mana hak siar kedua turnamen tersebut tidak termasuk dalam paket yang sama.

Selama beberapa tahun terakhir, penayangan Serie A di Indonesia dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya dilakukan oleh beIN Sports, saluran olahraga premium asal Qatar.

BeIN Sports menayangkan pertandingan melalui platform over the top (OTT) mereka sendiri, serta mendistribusikannya ke berbagai mitra lokal seperti Vidio, IndiHome TV (yang kontraknya berakhir pada Juli 2024), dan MNC Vision Networks (hingga November 2022).

Bahkan, RCTI, yang pertama kali memperkenalkan Serie A di Indonesia, sempat memperoleh sublisensi dari beIN Sports untuk menayangkan pertandingan melalui platform free to air (FTA) pada musim 2019-2022.

Namun, hingga saat ini, proses negosiasi hak siar di Indonesia masih belum mencapai kesepakatan. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa salah satu grup media besar di Indonesia tengah berupaya keras untuk mendapatkan hak siar Serie A secara penuh, yang memungkinkan mereka untuk memonetisasi penayangan di seluruh platform, termasuk free to air (FTA), direct to home (DTH), IPTV, dan OTT.

Di sisi lain, beIN Sports, yang sebelumnya menjadi pemegang hak siar, dikabarkan tidak akan menyerah begitu saja.

Mereka dilaporkan kembali melakukan penawaran (bidding) untuk mempertahankan hak siar Serie A di sejumlah negara Asia Pasifik, demi menjaga pangsa pasar yang telah mereka bangun selama ini.

Dengan laga perdana yang tinggal hitungan jam, tifosi di Indonesia harus bersabar dan menunggu kepastian lebih lanjut mengenai nasib penayangan Serie A di tanah air.

Ketiadaan hak siar ini tidak hanya membuat kecewa jutaan penggemar, tetapi juga menggarisbawahi kompleksitas negosiasi hak siar di era modern, di mana berbagai faktor komersial dan strategi bisnis harus dipertimbangkan secara matang oleh semua pihak yang terlibat. (ury)

Editor : Abdul Rokhim
#liga italia #operator liga #Permasalahan serie a #hak siar #serie a #hak siar serie a