RADAR KUDUS - Penggemar sepak bola di Indonesia tampaknya harus lebih bersabar untuk dapat menikmati aksi-aksi klub favorit mereka dalam kompetisi Serie A musim 2024-2025.
Hingga akhir pekan ini, belum ada kejelasan mengenai siapa yang akan menyiarkan pertandingan-pertandingan Serie A di Indonesia. Hal ini terjadi akibat negosiasi yang rumit antara distributor hak siar dan para broadcaster.
Kompetisi Serie A sudah dimulai pada Sabtu, 17 Agustus 2024 kemarin, tepat pada tengah malam.
Namun, bahkan kurang dari sehari menjelang kick-off perdana, belum ada kepastian mengenai broadcaster mana yang akan memegang hak siar di Indonesia. Hal ini tentu membuat para penggemar semakin khawatir akan kemungkinan terlewatnya pertandingan-pertandingan besar dari klub-klub favorit mereka.
Menurut laporan dari media internasional, negosiasi hak siar antara Infront, selaku distributor hak siar Serie A, dengan broadcaster di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, hingga saat ini masih menemui jalan buntu.
Dikutip dari artikel berjudul "Big leagues leave it late, with markets still dark" yang terbit di laman SportBusiness pada Jumat, 16 Agustus 2024, Infront belum berhasil mencapai kesepakatan dengan broadcaster di Asia Pasifik.
Dalam enam musim terakhir (2018-2024), beIN Sports telah menjadi pemegang hak siar Serie A di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Namun, perpanjangan kontrak kali ini terbukti jauh lebih rumit dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu faktor yang memperumit negosiasi adalah keinginan Infront untuk menjual hak siar secara terpisah di setiap negara, terutama di pasar yang dianggap potensial seperti Indonesia.
Indonesia sendiri dikenal memiliki basis penggemar sepak bola Italia terbesar di Asia Tenggara, dengan klub-klub seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma, Lazio, dan Fiorentina yang memiliki penggemar setia di seluruh negeri.
Mengingat besarnya antusiasme ini, tidak heran jika negosiasi hak siar Serie A di Indonesia menjadi sangat krusial bagi para broadcaster dan distributor.
Informasi dari laman resmi Infront dalam artikel berjudul "Lega Serie A and Infront partner in Asian media rights deal" yang terbit pada 20 Februari 2024, menyebutkan bahwa Infront telah menyepakati kerja sama untuk memasarkan hak siar Serie A di 36 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, untuk musim 2024-2027.
Kesepakatan ini juga mencakup Coppa Italia dan Supercoppa Italiana, yang kali ini dijual dalam satu paket dengan Serie A, berbeda dengan periode sebelumnya di mana penjualan tayangan tersebut dilakukan secara terpisah.
Dalam enam tahun terakhir, beIN Sports menayangkan 380 pertandingan Serie A setiap musimnya, lengkap dengan program highlight dan magazine.Sementara itu, Coppa Italia dan Supercoppa Italiana di Indonesia disiarkan oleh TVRI dan IndiHome TV.
Namun, untuk musim 2024-2025, baik TVRI maupun IndiHome TV tidak lagi menyiarkan pertandingan-pertandingan tersebut akibat perubahan skema penawaran hak siar yang dilakukan oleh Infront.
Belum jelasnya hasil negosiasi ini membuat penayangan Serie A di Indonesia pada musim 2024-2025 menjadi tidak pasti. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola Italia di tanah air, yang sudah menantikan musim baru Serie A dengan penuh antusiasme.
Ketidakpastian hak siar tidak hanya terjadi pada Serie A. Nasib penayangan Ligue 1 di Indonesia dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya juga masih menjadi tanda tanya besar.
BeIN Sports, yang sejak 2013 menjadi broadcaster utama untuk kompetisi kasta tertinggi Prancis ini, justru absen untuk musim ini.
Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan absennya Ligue 1 dari daftar kompetisi yang ditayangkan oleh beIN Sports.
Sementara itu, beIN Media Group, induk perusahaan beIN Sports, hanya menayangkan UEFA Club Competitions (Liga Champions, Europa League, Conference League, UEFA Super Cup), La Liga, dan FA Cup (termasuk FA Community Shield) untuk musim 2024-2025.
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa fokus beIN Sports mungkin telah bergeser ke kompetisi-kompetisi Eropa lainnya yang dianggap lebih menguntungkan.
Dalam situasi yang serba tidak pasti ini, para penggemar sepak bola di Indonesia harus bersabar dan terus memantau perkembangan terbaru terkait hak siar Serie A dan Ligue 1.
Keterlambatan ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi penggemar, tetapi juga menunjukkan betapa kompleksnya proses negosiasi hak siar di era modern ini, di mana banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh semua pihak yang terlibat. (ury)
Editor : Abdul Rokhim