JEPARA - Persijap Jepara musim ini akan bersaing lagi di kompetisi Liga 2. Namun, kali ini tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini, akan lebih berat dibanding musim lalu.
Sebab, musim ini harus rela menjalani kompetisi sebagai tim musafir.
Di Liga 2 musim ini, Persijap tergabung di Grup Tengah atau Grup 2.
Di grup ini, Laskar Kalinyamat akan bersaing dengan delapan tim lain. Ada tim-tim besar, di antaranya Bhayangkara FC dan PSIM Jogjakarta.
Selain itu, juga ada dua tim tetangga. Mereka Persiku Kudus dan Persipa Pati. Bertemunya tiga tim ini, dengan laga bertajuk ”Derby Muria” nantinya bakal seru.
Sebab, masing-masing tim saling adu gengsi. Pembuktian sebagai tim terkuat di Semenanjung Muria.
Namun, Persijap harus bersabar. Sebab, tidak bisa bermain di kandangnya sendiri, Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK). Alias menjadi tim musafir.
Alasannya, Stadion GBK dalam pengerjaan renovasi sejak awal tahun lalu. Diprediksi baru rampung akhir tahun mendatang.
Padahal, Liga 2 musim ini rencananya bakal digelar mulai bulan depan.
Menyiasati hal itu, manajemen Persijap harus memutar otak untuk mencari tempat alternatif yang bisa jadi kandang Laskar Kalinyamat sementara waktu.
General Manajer Persijap Jepara Nicky Setiadi menjelaskan, untuk opsi aalternatif itu, pihaknya memiliki opsi memanfaatkan Stadion Kebondalem Kendal sebagai homebase.
”Hampir 80 persen. Semua tergantung dari Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) sana (Kendal, Red). Dispora sana bagaimana, kami lihat lah. Kalau positif ya di Kendal,” terangNicky.
Terkait kondisi Stadion Kebondalem, pihaknya menegaskan sebelumnya tidak ada masalah.
Mulai dari kondisi rumput, tribun, hingga keamanan menurutnya layak untuk bisa menyelenggarakan pertandingan Liga 2.
Yang masih dinanti hanya persetujuaan dari Pemkab Kendal terkait pemanfaatan stadion tersebut jadi homebase Persijap.
Meski sudah hampir 80 persen bakal memanfaatkan stadion di Kabupaten Kendal itu, Nicky mengaku masih memiliki opsi lain, bila di Kendal gagal terealisasi.
Manajemen bakal mencoba untuk memanfaaatkan Stadion Moch. Soebroto di Magelang.
”Antara dua stadion itu. Kami akan putuskan secepat mungkin,” ujar Nicky.
Ia mengakui, nantinya akomodasi untuk pelaksanaan tiap pertandingan pasti makin besar dibanding laga di Jepara sendiri. Namun, ia menegaskan itu tak jadi masalah.
”Kami sudah pikirkan. Tenang saja, kami sudah pikirkan matang-matang,” tandas Nicky.
Menurutnya, yang penting dalam tiap kali Persijap berlaga, para suporter Persijap bisa hadir untuk memberi dukungan bagi Laskar Kalinyamat.
Dukungan suporter itu bisa jadi pemberi semangat bagi tim tiap kali berlaga.
Terpisah, Mad, salah satu pentolan kelompok suporter Persijap Curva Nord Syndicate (CNS) menegaskan, pihaknya tetap akan mengawal di manapun Persijap berlaga. Meskipun nantinya Persijap bakal bermain di luar kota.
Menurutnya, sejauh ini Kendal memang menjadi alternatif stadion terdekat yang layak untuk menggelar Liga 2.
”Mau nggak mau harus berangkat. Tapi nek misal masih bisa pindah stadion lebih dekat ya lebih bagus,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Agus Cumez, pentolan kelompok suporter Persijap Banaspati.
Ia menegaskan, barisan suporter sejati akan tetap mengawal Laskar Kalinyamat di manapun bermain.
”Semoga teman-teman bisa menjaga nama baik Jepara,” tandasnya. (rom/lin)
Editor : Ali Mustofa