Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hak Siar Serie A Gagal Dijual, Klub Bisa Bangkrut, Kok Bisa?

Zakarias Fariury • Minggu, 18 Agustus 2024 | 21:38 WIB

Instagram @inter
Instagram @inter

RADAR KUDUS - Setelah kegagalan Infront dalam menjual hak siar di beberapa negara di Asia, salah satunya Indonesia, mereka dianggap gagal meraup untung besar dari dari pasar Asia. Yang mana memiliki potensi dan fan base yang sangat besar.

Di zaman sekarang, sepak bola tak lagi hanya sebagai hiburan semata.

Pasalnya, sepakbola sudah menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan khususnya di tanah Eropa. Perputaran uangnya juga gak main-main.

Klub-klub Eropa bisa meraup untung ratusan juta Euro hanya dalam 1 musim. Hasil tersebut didapatkan dari berbagai banyak sektor seperti penjualan tiket, penjualan merchandise, sponsor dan juga hak siar TV.

Semakin besar nama klub dan semakin banyak prestasi yang diraih, semakin banyak pula pendapatan yang akan masuk ke neraca keuangan klub.

Uang ini nantinya akan sangat memengaruhi kesehatan kesehatan klub tersebut.

Begitupun sebaliknya semakin sedikit pendapatan yang masuk, klub tentu akan kesulitan untuk operasional dan gaji pemain.

Hal ini bisa menjerumuskan klub ke jurang yang bernama kebangkrutan.

Pada 2023 lalu, UEFA dan Deloitte menerbitkan laporan keuangan klub-klub Eropa selama sela satu tahun. Pada laporan yang bertajuk "The European Club Finance and Investment Landscape" ini memperlihatkan ketimpangan kondisi ekonomi klub klub besar Eropa.

Tahun lalu Real Madrid menjadi pemimpin pendapatan tertinggi selama 2023.

Los Blancos menggeser Manchester City yang sebelumnya berapa di peringkat pertama, lalu ada Paris Saint German pada posisi ketiga, diikuti Barcelona, Manchester United, Bayern Munich, Liverpool, Tottenham, Chelsea dan Arsenal.

Menariknya tidak ada satupun klub Italia di daftar 10 besar ini.

Juventus yang berada tepat dibawah Arsenal hanya mampu berada pada peringkat 11 disusul AC milan dan Inter di posisi 12 dan 13.

Klub-klub besar Italia ini tidak mampu merangkak naik keatas 10 besar.

Juventus, klub dengan penghasilan tertinggi di Italia memiliki selisih hampir 100 juta euro dengan Arsenal.

Walau dengan Gap sebesar ini, pasalnya tim tim Italia tidak bisa di pandang remeh, dalam 2 tahun belakangan tim tim Italia menunjukan kualitasnya di kancah Eropa.

Ada Inter yang pada musim 22-23 lalu melaju keFinal Liga Champion setelah mengalahkan rival sekotanya Ac Milan.

Walaupun pada akhirnya Inter harus kalah tapi ini menunjukan bahwa klub Italia tetap memiliki kualitas dalam ajang paling atas dikancah Eropa itu.

Lalu ada Atlanta yang berhasil mengalahkan Bayern Leverkusen pada final Europa League juga.

Walau mereka gagal membawa pulang piala Super Copa ketika berhadapan dengan Real Madrid

Dua contoh tersebut bukti bahwa Lega Serie A belom 'mati' dan masih layak untuk disaksikan.

Imbas Gagalnya Infront dalam menjual hak siar di Indonesia

Tentu dengan gagalnya Infront menjual hak siar ke pasar Asia, salah satunya Indonesia membuat sebagian besar pecinta sepakbola khususnya Lega Serie A kecewa.

Pasalnya musim 2024-2025 ini Serie A terasa begitu istimewa bagi penggemar di Indonesia karena salah satu bek Timnas Indonesia Jay Idzes bermain dan mencatatkan sejarah bersama klubnya yang baru saja promosi, Venezia.

Jay Idzes menjadi pesepakbola asal Indonesia pertama yang bermain di kasta tertinggi di Negara yang terkenal dengan menara Pisa dan Colosseum ini.

Venezia dijadwalkan akan akan menghadapi Lazio pada Senin (19/08) dini hari.

Sayangnya Jay Idzes tidak bisa tampil lantaran akumulasi kartu kuning yang ia terima pada musim sebelumnya, ketika Venezia bermain di laga pamungkas Serie B.

Kekecewaan ini juga diwakilkan oleh salah satu jurnalis Italia yang cukup terkenal, ia menganggap bahwa Infron dan Operator liga tidak becus menjual hak siarnya.

ini membuat sebagian besar penggemar Serie A tidak bisa menonton tim kesayangan mereka secara legal.

Hal ini bisa membuat para penggemar mencari 'jalan pintas' lewat layanan streaming yang ilegal.

Ini tentu ditakutkan bukan hanya bagi Serie A tapi juga liga-liga papan atas Eropa yang mana bisa memengaruhi neraca keuangan klub-klub mereka. (ury)

 

 

 

Editor : Ali Mustofa
#jay idzes #jay idzes absen #Permasalahan hak siar #hak siar #venezia #serie a #hak siar serie a