Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kecewa Berat! 90% Penggemar Serie A Tak Bisa Saksikan Siaran Langsung Secara Legal, Apa Alasannya?

Zakarias Fariury • Minggu, 18 Agustus 2024 | 15:16 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADAR KUDUS - Kegagalan Infront menjual hak siarnya di pasar Asia berimbas cukup besar. Utamanya untuk pecinta sepakbola Indonesia.

Kesulitan mencapai kesepakatan dengan pemegang hak siar di Indonesia dan negara-negara dengan potensi pasar besar lainnya membuat Lega Serie A dan Infront mendapat sorotan tajam.

Beberapa waktu lalu jurnalis Italia yang cukup terkenal Carlo Garganese, mengkritik pedas Infront dan Operator Lega Serie A karena dianggap gagal menjual hak siar dipasar Asia, yang mana memiliki potensi pasar yang sangat besar.

Baca Juga: Liga Serie A Tak Akan Ditayangkan di Indonesia, Ini Alasannya

"48 jam menuju dimulainya musim baru, Serie A masih belum memiliki hak siar TV di beberapa pasar BESAR," ujar Garganese melalui akun X-nya, @carlogarganese, pada Kamis, 15 Agustus 2024.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar pecinta Lega Serie A tidak bisa menonton klub kesayangan mereka secara legal.

"Serie A menjalankan kampanye 'Pembajakan membunuh Calcio' ketika mereka gagal menjual hak siar TV di sebagian besar dunia. 90% penggemar sepak bola Italia tidak bisa menonton pertandingan secara legal karena liga tidak kompeten dalam menjual hak siat TV. PEMBAJAKAN MEMBUNUH CALCIO," ungkapnya lewat akun X-nya, Jumat (16/08).

Imbas dari kasus hak siar ini pecinta sepakbola Italia jadi tidak bisa menonton tim favoritnya berlaga langsung secara legal.

Tak terkecuali di Indonesia yang memiliki salah satu fan base terbesar di Asia tenggara.

Musim 2024-2025 ini cukup spesial bagi pecinta sepak bola Indonesia pasalnya, ada 2 tim promosi yang menarik perhatian musim ini, yakni Venezia dan Como 1907.

 

Venezia menjadi sorotan lantaran karena adanya bek muda timnas Indonesia yang baru saja dinaturalisasi, Jay Idzes.

Walau pada laga perdana Venezia Senin (19/08) nanti Jay akan absen.

Ketidakhadiran Idzes disebabkan oleh hukuman akumulasi kartu kuning yang diterimanya di akhir musim Serie B dan babak play-off promosi yang membawa Venezia kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia.

Cuitan Carlo Garganese pada akun X-nya pada Jumat (16/08)
Cuitan Carlo Garganese pada akun X-nya pada Jumat (16/08)

Padahal penampilan perdananya di Serie A sangat dinanti nanti para penggemar Indonesia.

Ia mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Italia itu.

Sedangkan Como 1907 adalah tim promosi yang cukup menarik banyak perhatian lantaran mereka mendatangkan banyak pemain bintang dengan harga yang murah.

Como 907 sendiri saat ini dimiliki oleh salah satu pengusaha asal Indonesia yakni Hartono bersaudara, atau dalam naungan PT Djarum.

 

Baca Juga: Hak Siar Liga Serie A Tak Terjual di Indonesia, Jurnalis Italia Beberkan Alasannya

Klub yang dimiliki oleh Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono ini, dua dari orang yang masuk jajaran terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai 47,3 miliar USD atau sekitar Rp 766 triliun.

Dua klub ini sangat dinanti sepak terjangnya di Serie A. karena membawa nama Indonesia ke kasta tertinggi sepakbola Italia itu.

Dengan tidak adanya hak siar ini dan layananan streamin legal yang disediakan para penonton Serie A tentu tak kehabisan akal, karena mereka pasti akan mencari layanan ilegal.

Yang mana layanan ilegal ini dapat membunuh industri sepak bola, tak hanya Serie A, tapi juga liga liga top dunia lainnya.

Seperti diketahui Hak siar adalah salah satu pendapatan terbesar klub klub eropa. selain dari penjualan tiket dan merchandise.

Dengan tidak adanya hak siar yang didapatkan klub, klub akan mengalami masalah keuangan dan perlahan akan menuju kebangkrutan.

Dana untuk membeli pemain, operasional tim, gaji pemain, dan masih banyak hal tentu tidak akan terpenuhi dengan maksimal.

Hal itu juga dapat berimbas tidak adanya pemain yang mau bermain untuk klub yang 'miskin' lantaran kesejahteraan pemain akan berkurang.

Jika tidak adanya hak siar ini membuat para penggemar menonton secara ilegal tentu secara tidak langsung akan membunuh neraca keuangan klub-klub di Eropa.

kita hanya bisa berharap bahwa dengan tidak adanya siaran langsung akibat polemik hak siar ini tidak membuat para pecinta sepakbola, khususnya Indonesia memilih opsi menonton tim kesayangan mereka secara ilegal. (ury)

Editor : Ali Mustofa
#jay idzes #jay idzes absen #Permasalahan hak siar #pemain bintang #Lega Serie A #pertandingan #Como 1907 #venezia #sepakbola #serie a #hak siar serie a #italia