RADAR KUDUS - Ketika Djarum Group melalui SENT Entertainment mengambil alih FC Como 1907 pada April 2019, klub ini berada dalam kondisi finansial yang memprihatinkan.
Dengan nilai akuisisi kurang dari Rp 10 miliar, Como 1907 nyaris bangkrut dan berkompetisi di kasta Serie D Liga Italia.
Namun, strategi pengelolaan yang ketat dan pemisahan antara urusan sepakbola dan bisnis non-sepakbola membawa Como bangkit.
Valuasi klub yang awalnya di bawah 1 juta euro kini melonjak menjadi hampir 30 juta euro atau setara Rp 488,43 miliar.
Hal ini menunjukkan betapa suksesnya langkah Djarum dalam membangun kembali klub ini.
Revolusi Manajemen dan Strategi Akademi
Djarum Group tidak hanya berfokus pada pengelolaan keuangan, tetapi juga melakukan perubahan signifikan di bidang manajemen sepakbola.
Dennis Wise, legenda Chelsea, ditunjuk sebagai CEO Como 1907, dengan fokus membangun akademi sepakbola yang kuat.
Akademi ini dirancang untuk melahirkan pemain-pemain muda berbakat dengan menawarkan pendidikan berkualitas dan pembinaan karier pasca sepakbola.
Pendekatan ini berhasil menarik minat pemain muda berbakat.
Termasuk putra Direktur Akademi Sepakbola Inter Milan, yang memilih bergabung dengan Como 1907.
Keberhasilan dalam Transfer Pemain
Djarum Group juga menerapkan strategi cerdas dalam hal transfer pemain, dengan fokus pada pemain muda yang potensial.
Contohnya, Como berhasil mendapatkan pemain asal Lokomotiva Zagreb secara gratis, yang kemudian ditawar klub Serie A dengan nilai 5 juta euro hanya dalam waktu enam bulan.
Keberhasilan ini menunjukkan betapa efektifnya manajemen klub dalam meningkatkan nilai pemain dan meraih keuntungan dari pasar transfer.
Pengembangan Brand dan Bisnis Non-Sepakbola
Selain prestasi di lapangan, Djarum Group juga memperkuat brand Como 1907 di pasar global.
Terletak di dekat Milan, Como merupakan destinasi wisata yang menarik dengan 3,2 juta turis setiap tahunnya.
Djarum memanfaatkan lokasi ini dengan membangun gerai suvenir klub dan mengembangkan bisnis fesyen, bekerja sama dengan desainer Indonesia.
Strategi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan klub tetapi juga memperkuat identitas Como 1907 di pasar internasional.
Ambisi "1 Billion Dollar Enterprise"
Grup Djarum tidak melihat Como 1907 hanya sebagai klub sepakbola, tetapi sebagai "1 billion dollar enterprise" yang bergerak di berbagai sektor bisnis.
Dengan delapan anak perusahaan, Como 1907 mencakup retail, properti, FMCG, akademi, dan fesyen.
Salah satu proyek besar adalah mempercantik Stadion Giuseppe Sinigaglia yang terletak strategis di dekat Danau Como, dengan fokus melayani turisme.
Ini merupakan upaya untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat, yang mendukung misi besar Djarum dalam mengembangkan Como 1907.
Target Realistis di Serie A
Setelah lima tahun sejak diakuisisi, Como 1907 berhasil meraih tiket promosi ke Serie A, kasta tertinggi Liga Italia.
Meski demikian, Hartono bersaudara tidak memasang target tinggi yang terlalu ambisius.
Fokus mereka adalah mempertahankan stabilitas dan berprestasi di Serie A dengan pendekatan yang terukur, tidak jorjoran.
Dengan target realistis untuk menembus posisi 10 besar, Djarum Group menunjukkan bahwa keberhasilan di lapangan harus diimbangi dengan kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.(mah)
Editor : Ali Mustofa