Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persiku Kudus Melaju ke Babak 32 Besar Liga 3 Nasional Usai Kalahkan 757 Kepri Jaya dengan Skor 2-1

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 7 Mei 2024 | 15:46 WIB

 

MELAJU: Gelandang Persiku Dheo Budi merayakan gol yang diciptanya saat melawan 757 Kepri Jaya pada laga 80 besar Liga 3 Nasional di Stadion Wergy Wetan kemarin.
MELAJU: Gelandang Persiku Dheo Budi merayakan gol yang diciptanya saat melawan 757 Kepri Jaya pada laga 80 besar Liga 3 Nasional di Stadion Wergy Wetan kemarin.

KUDUS – Persiku akhrinya memastikan diri melaju ke babak 32 besar usai mengalahkan 757 Kepri Jaya dengan skor tipis 2-1 di Stadion Wergu Wetan kemarin sore.

Sholihul Islam menjadi pahlawan kemenangan tim berjuluk Macan Muria.

Ia berhasil mengeksekusi tendangan penalti usai Sergio dijatuhkan pemain lawan di dalam kotak penalti pada menit ke-88.

Jalannya pertandingan, Persiku dan 757 Kepri Jaya bermain hati-hati pada menit awal.

Para pemain meminimalisasi kesalahan umpan-umpan pendek.

Pemain 757 Kepri Jaya bermain presing ketat terhadap pertahanan tuan rumah Persiku.

Hal ini membuat aliran bola ke jantung pertahanan lawan terhambat.

Peluang emas didapatkan oleh Kader, gelandang Persiku. Akselerasi di depan jantung pertahanan Kepri cukup merepotkan pemain bertahan.

Tendangan kerasnya dari luar kotak masih melambung di atas mistar gawang Kepri.

Tak ingin tertekan, anak asuh Bona Simanjuntak tampil ngotot. Mereka mengancam jantung pertahanan Persiku.

Namun, beberapa kali percobaan serangan berhasil diputus oleh pemain bertahan Persiku.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan bagi tim tuan rumah jelang turun minum. Gelandang Dheo Budi kembali menunjukkan akurasi tendangannya dari luar kotak penalti.

Tendangan terukur tersebut, tak mampu ditangkap kiper M. Ridho pada menit ke-44. Skor 1-0 Persiku memimpin di babak pertama.

Di babak kedua tim tamu tak ingin kehilangan poin. 757 Kepri Jaya ingin memperoleh hasil positif, agar kans mereka lolos ke babak berikutnya terbuka lebar.

Permainan menyerang diterapkan oleh Bona Simanjuntak.

Namun lagi-lagi kebuntuan belum terpecahkan oleh tim tamu itu. Pemain belakang Persiku cukup sigap mengantisipasi serangan lawan.

Pada menit ke-58 pemain senior eks striker timnas Indonesia TA. Musafri diturunkan untuk memecah kebuntuan.

Petaka datang pada menit ke-79. Kemelut di depan kotak penalti Persiku berhasil dimanfaatkan oleh Kepri.

Tendangan dari luar kotak pinalti yang dilesakkan Galih Akbar mengubah kedudukan sama kuat 1-1.

Sepuluh menit tersisa, Persiku kembali meninggikan tensi serangan. Denny Rumba menambahkan penyerang Sergio untuk memperkuat daya gedor tim.

Masuknya Sergio membuat jatung pertahanan lawan tertekan. Menusuk dari sayap kiri, akselerasi Sergio dihentikan bek Kepri di dalam kotak pada menit ke-88.

Wasit akhirnya menunjuk titik putih menghadiahkan Persiku tendangan pinalti.

Keputusan wasit ini, membuat pemain Kepri melayangkan protes keras. Pertandingan sempat terhenti.

Keputusan wasit tak berubah. Sang eksekutor Sholihul Islam sukses menjadi eksekutor tendangan pinalti. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Persiku.

Keunggulan ini, mampu dipertahankan Persiku hingga menit akhir.

Dengan hasil ini, Persiku berhasil mengoleksi sembilan poin. Dan dipastikan lolos ke babak 32 besar.

Pelatih Persiku Denny Rumba mengatakan, meski timnya menang ia tetap kecewa dengan permainan anak asuhnya. Rumba berkomitmen akan terus mengevaluasi permainan timnya.

”Mau main cantik atau jelek yang kami fokuskan kemenangan. Ini turnamen yang sangat padat. Sehari main, sehari libur. Jadi harus fokus untuk menang,” katanya.

Sementara itu, Sholihul yang baru kali pertama diturunkan merasa bersyukur bisa membawa timnya lolos ke babak selanjutnya.

”Kami akan berlatih untuk bisa lolos ke pertandingan selanjutnya,” katanya.

Pelatih 757 Kepri Jaya Bona Simanjuntak menyatakan, pertandingan sore itu sangat menarik.

Pemainnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Namun, ia menyayangkan keputusan wasit yang kontroversial dan merugikan timnya.

”Harusnya wasit itu tidak memimpin pertandingan. Harus bisa mengedukasi pemain. Supaya pemain mengerti, kakinya kena di muka nggak dikasih kartu kuning. Bagaimana pemain bisa mengerti aturan,” imbuhnya.

Dia menyebut, Ketum PSSI Erick Thohir sedang membenahi kompetisi sepak bola Indonesia. Kepemimpinan wasit harus dievaluasi.

”Pemain saya nangis semua. Tolong Pak Erick Thohir pertandingan diawasi. Kami tidak minta dibantu. Main bola menang kalah itu biasa, tapi jangan seperti ini (dirugikan wasit, Red),” tandasnya. (gal/lin)

Editor : Ali Mustofa
#757 kepri #liga 3 #macan muria #persiku #babak 32 besar