JEPARA – Persijap Jepara dalam dua pertandingan terakhir berhasil menorehkan kemenangan di babak play off degradasi Liga 2 musim ini.
Meski meraih hasil positif dalam dua pertandingan, tim pelatih justru masih harus disibukkan dalam menjaga performa pemain agar tetap prima.
Bagaimana tidak, di babak ini, jadwal yang harus dilakoni Persijap dan tim lain yang tergabung di grup C terbilang singkat.
Ditambah dengan format pertandingan yang digelar kandang dan tandang. Memungkinkan Persijap harus bermain di luar Jawa.
Pasalnya, dua tim yang mengisi grup C adalah Persiba Balikpapan dan Sulut United yang notabene bermarkas di Kalimantan dan Sulawesi.
Dan itu, baru saja terjadi belum lama ini. Usai bertanding melawan Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara Minggu (7/1), Laskar Kalinyamat sudah harus melakoni laga melawan Sulut United di Stadion Klabat Manado pada Jumat (12/1) lalu.
Dan setelah ini, sudah harus menjamu Persipa Pati di Stadion Kebogiro Boyolali selaku markas sementara Persijap Rabu (17/1) mendatang.
”Ini masa kompetisi tapi jarak pertandingannya terlalu dekat. Jadi kami harus bisa mengatur maintenance pemain, kondisi pemain,” kata Head Coach Persijap Jepara Alfiat.
Dengan jeda waktu pertandingan yang mepet ditambah jarak venue pertandingan yang tersebar, menurut Alfiat recovery pemainlah yang justru saat ini jadi tantangan.
Sebab itu, ia dan tim pelatih lainnya tak sekedar memantabkan taktik dan strategi, namun juga menjaga agar performa anak asuhnya tak menurun.
Apalagi, saat ini Laskar Kalinyamat berada di peringkat 1 klasemen grup C dengan raihan 6 poin usai meraih 2 kemenangan di laga awal babak play off degradasi.
”Kita boleh senang. Tapi jangan sampai jumawa. Karena kami masih ada empat pertandingan lagi. Harus tetap fokus, lupakan lawan Sulut United, kita menatap ke depan lawan Persipa di Boyolali,” tegas Alfiat. (rom/him)
Editor : Ali Mustofa