REMBANG – PSIR Rembang akan menjamu Persiku Kudus di Stadion Krida Rembang hari ini (15/11).
Pelatih PSIR Hariyanto akan bekerja keras untuk memenangkan pertandingan.
Pasalnya, di dua laga terakhir, PSIR harus tumbang dari tim lawan.
Berbeda dengan Persiku Kudus yang saat ini on fire. Tim asal Kota Kretetk itu di laga terakhir berhasil menumbangkan Safin Pati 3-0.
Tapi laga itu tak gampang bagi Persiku karena berada di kandang PSIR Rembang.
Menghadapi Persiku, Pelatih PSIR Hariyanto mengaku sudah mempelajari pola permainan Persiku Kudus saat laga tandang (12/11).
Menurutnya kekalahan PSIR di Stadion Wergu dikarenkan para pemain yang demam panggung. Karena masih berusia muda.
Ia berharap dengan laga kandang, anak asuhnya bisa lebih tenang. Karena mendapatkan dukungan dari supporter.
”Kami sudah mempelajari waktu di Kudus. Mudah-mudahan tidak ada kendala apa-apa,” katanya.
Laga kali ini, Rudi Santoso striker PSIR tidak bisa tampil karena terkena akumulasi kartu.
Sehingga pihaknya harus menggantikan dengan pemain lain.
Di antara yang digadang menggantikan Rudi adalah Muslimin.
Disinggung soal poin, menurutnya PSIR harus bisa mengamankan 12 poin. Artinya, setiap laga ke depan harus bisa memboyong kemenangan.
”Poin aman. Saya kira dua terbaik (di klasmen grub) masuk. Kami berdoa saja bisa mendapatkan hasil terbaik,” jelasnya.
Hariyanto mengaku persiapan PSIR untuk mengarungi Liga 3 Jawa Tengah tergolong minim.
Selain itu sebagian besar pemain juga masih kurang pengalaman.
”Baru tahun ini mengikuti kompetisi. Makannya dari awal kami untuk memberi jam terbang anak-anak asli Rembang. Sehingga ketika dibutuhkan sudah siap secara mental, Teknik, taktik,” jelasnya.
PSIR Rembang di klasmen Grub D di Liga 3 Jawa Tengah makin merosot.
Laskar Dampo Awang harus terus memenangkan pertandingan untuk mengejar ketertinggalan.
Pada laga perdana melawan Safin FC Pati, PSIR berhasil membawa kemenangan 4-1 sehingga mendudukkannya di puncak klasmen.
Namun, posisi itu harus dilengserkan oleh PSDB Demak setelah PSIR dipecundangi di kandang sendiri dengan kekalahan 1-0.
Saat itu, Laskar Dampo Awang berada di peringkat dua.
Sayangnya posisi itu kembali merosot setelah kesebelasan yang identik dengan jersey oranye itu dikalahkan oleh Persiku Kudus di Stadion Wergu 1-0.
Saat ini, masih menyisakan tiga laga untuk mendongkrak peluang lolos ke babak 18 besar.
Tidak ada pilihan lain selain menang. Jika seri atau kalah peluang untuk tampil pun semakin kecil. (vah/zen)
Editor : Ali Mustofa