KUDUS – Persiku Kudus dipastikan akan terseyok-seyok pada kompetisi Liga 3 Jawa Tengah musim ini.
Bahkan, terancam tak ikut kompetisi kasta paling bawah sepak bola negeri ini. Sebab, Laskar Macan Muria -julukan Persiku- tak memeroleh kucuran anggaran di APBD Perubahan 2023.
Sebelumnya, Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kudus beraudiensi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Masan, guna meminta dukungan anggaran di APBD Perubahan 2023.
Dari hasil audiensi tersebut, Masan berencana akan menambah anggaran untuk Persiku senilai Rp 2,5 miliar. Dana tersebut diperuntukkan Persiku senior maupun junior.
Namun, saat ditanya terkait anggaran Persiku tahun ini, tak ada suplai anggaran ke tim kebanggaan wong Kudus ini. Ini dikatakan Masan usai rapat paripurna penetepan APBD Perubahan 2023 kemarin.
Masan menambahkan, wadah atau pos anggaran yang disusul verifikasi tak ada. Untuk itu, pihaknya belum bisa mengucurkan anggaran di APBD Perubahan 2023 ini.
”Jadi di 2024 dimulai lagi dengan perencanaan yang baik (manajemen, Red). Biar nanti olahraga maju. Kami juga malu wong juara porprov (tim sepak bola Kudus juara di Proprov Jateng 2023, Red) kok ga entuk anggaran,” ungkapnya.
Masan menjelaskan, melihat kondisi keuangan daerah, pemerintah daerah sebetulnya mampu menyokong anggaran untuk Persiku di APBD Perubahan 2023.
Untuk menuntaskan permasalahan ini, Masan akan merembug bersama antara Askab PSSI Kudus dengan suporter.
”Nanti dirembug bareng dengan insan sepak bola Kudus. Nanti bisa menggunakan dana talangan. Jadinya masuk dana utang KONI Kudus,” katanya.
Sementara itu, Ketua Suporter Macan Muria (SMM) -kelompok suporter terbesar Persiku- M. Ilham menyatakan, pihaknya siap memegang penuh manajemen Persiku musim ini.
Kesediaannya itu akan terealisasi jika anggaran Rp 500 juta pada APBD 2023 yang dipegang manajemen lama dikembalikan.
”Suporter siap menjalankan tim dengan dana terbatas itu. Untuk sokongan dana tambahan, suporter akan kompak mencari dukungan pendanaan dari pihak ketiga. Kami dijanjikan Senin (25/9), tapi ternyata belum siap. Kami tunggu hingga Kamis (28/9),” tegasnya.
Menanggapi Persiku yang tak dapat kucuran dana tersebut, Ilham tak mempermasalahkan. Ia tetap mengejar realisasi pengembalian dana Rp 500 juta itu.
”Apabila dana tak kembali, kami mundur untuk mengurus Persiku. Kami serahkan ke Askab,” katanya.
Dia menambahkan, terkait teknis pembentukan tim, suporter berharap mendapat dukungan pemain asli Kudus.
Pemain diharapkan loyal membela Persiku untuk kemajuan sepak bola Kota Kretek.
Sedangkan untuk penunjukkan pelatih, akan disesuaikan dengan ketersedian anggaran nantinya. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa