Berjarak sekira 20 kilometer dari arena pertandingan, Sentia dan kawan-kawan datang ke turnamen yang diinisiasi MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation menaiki bus umum jurusan Kudus – Babalan. Meski demikian, hal tersebut tetap membuat Sentia bersemangat mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.
Hal menarik terjadi sesaat sebelum Sentia dan timnya bertanding. Satu anggota tim tak hadir karena sakit. Sang pelatih putar otak merotasi susunan pemain. Sentia yang tadinya berposisi sebagai penyerang, di plot sebagai kiper. Siapa sangka, sebagai seorang kiper, Sentia menunjukkan performa gemilang. “Anak ini belum pernah latihan jadi kiper. Tapi saya lihat dia berbakat banget, gerakan dan responnya menangkap bola cukup baik untuk anak seusianya,” bilang sang pelatih, Subchan dari tepi lapangan.
Mau jadi penyerang ataupun kiper, Sentia tetap senang. Yang penting ia bermain bola. “Sepak bola itu seru, bikin semangat dan bisa bikin sehat badan,” kata gadis berusia delapan tahun itu. Sang ibu yang berprofesi sebagai buruh borong dan ayahnya seorang buruh bangunan pun mendukung penuh minat Sentia mengikuti turnamen MilkLife Soccer Challenge 2023.
Sudah setahun belakangan ini Sentia menyukai dunia sepak bola. Dia bahkan bermain bal-balan di rumah bersama saudara laki-lakinya. Melalui MilkLife Soccer Challenge 2023, Sentia akhirnya memiliki wadah untuk menyalurkan bakat dan minatnya. “Aku suka sepak bola karena bisa main bareng, seneng lama-lama banyak temannya. Soalnya kalau main bola di rumah hanya sama saudaraku,” bilang Sentia.
Lain Sentia, lain pula cerita Chrispina Neysa Ardine Wijayanto, siswi kelas IV SD Kanisius Kudus. Sehari sebelum bertanding, ia meminta kepada sang ibu untuk memotong rambutnya. “Rambutku panjang, kalau main bola jadinya gerah. Makanya aku potong rambut biar bisa lari kencang,” ceplos Neysa.
Seperti Sentia, Neysa juga punya ketertarikan tinggi terhadap dunia sepak bola, olahraga yang selama ini identik dengan laki-laki. Di sekolah, setiap mata pelajaran olahraga berlangsung, Neysa memilih untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya yang mayoritas laki-laki. “Tadinya aku ikut ekstrakulikuler basket, karena nggak ada tim sepak bola putri di sekolah. Tapi sekarang sudah ada. Jadi aku ikut supaya bisa jadi atlet sepak bola putri,” ujar Neysa penuh semangat.
Sentia dan Neysa hanyalah dua dari ratusan siswi SD yang membawa semangat tinggi dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge 2023. Ajang ini bertujuan untuk membangun fondasi ekosistem sepak bola putri di Indonesia dengan berbagai program yang telah dicanangkan.
Pada tahap awal, MilkLife Soccer Challenge 2023 fokus untuk menumbuhkan minat dan kecintaan sepak bola di level siswi SD. Sebagai wujud komitmen, MilkLife Soccer Challenge akan diselengarakan tiga hingga empat kali dalam satu tahun, untuk menjaga semangat dan minat para siswi menggeluti dunia sepak bola.
Adapun MilkLife Soccer Challenge 2023 merupakan program besutan MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk pembinaan dan pemassalan sepak bola putri di level siswi SD. Selain MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation, turnamen ini juga didukung dari berbagai pihak di antaranya Ortuseight, Polytron, Yuzu Isotonic, Caffino, Kopi Tubruk Gadjah, Blibli.com, Tiket.com, FOX’S Garuda Food, Kenko dan masih banyak lagi.
Saksikan secara langsung keseruan MilkLife Soccer Challenge 2023 yang diadakan di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, hingga Minggu (18/6). Tak hanya untuk memberi dukungan kepada tim jagoan yang bertanding, kamu juga bisa mengikuti uji ketangkasan seperti dribbling, passing and control, three on three, shooting on target dan penalty kick di arena games.
Follow Instagram dan TikTok @milklifesoccer untuk mendapatkan informasi ter-update mengenai turnamen sepak bola putri kelompok usia U-10 dan U-13 MilkLife Soccer Challenge 2023. (adv) Editor : Ali Mustofa