Cedera bahu ini, sebenarnya diderita Safira sejak November 2022 lalu. Saat itu, ia mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Sumatera Barat. Dulu, dia sudah pernah rehat dari aktivitasnya sekitar dua bulan.
Kini, pemulihan cederanya itu, diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan. Safira saat ini masih menjalani pemulihan di Jakarta. Ia menjalani operasi bahu kanan usai bertanding melawan wakil Vietnam Hoang Hong An Nguyen di partai final pencak silat nomor kelas B putri.
”Ketika menjalani operasi estimasi penangananya hampir dua jam. Namun, mundur hingga tiga jam,” kata Safira kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Ia menyatakan, bahu kanannya tersebut dijahit. Cedera yang dialaminya cukup serius. Safira mengalami luka robek biceps seperempat sentimeter.
Dokter menyarankannya untuk sementara waktu istirahat total. Dirinya disarankan tidak boleh beraktivitas terlalu berat. Termasuk olahraga ringan. ”Kalau terkena getaran sedikit rasanya masih sakit,” ungkapnya.
Pesilat asal Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, itu setelah event SEA Games ini, memilih fokus menjalani masa pemulihan. Ia harus merelakan kejuaran Porprov Jateng, meski sudah terdaftar. ”Porprov Jateng saya lepas dulu. Ini fokus pemulihan dulu. Untuk persiapan PON 2024,” ungkapnya.
Safira berharap, kondisinya cepat pulih lagi. Agar ke depan raihan prestasi bisa digapainya lagi. Dia mengaku, rencenanya akan pulang ke Kudus pada Sabtu (3/6) mendatang, dengan akan disambut dengan arak-arakan. (gal/lin) Editor : Ali Mustofa