Sebelumnya, tim berjuluk Laskar Saridin ini, dikhawatirkan akan menjadi tim musafir, karena Stadion Joyokusumo dinilai tidak layak. Rumput stadion kebanggaan wong Pati itu, dinyatakan berstandar tak FIFA, sehingga bisa digunakan untuk kandang.
Surat yang bernomor 378/LIB-KOM/VIII/2022 itu, ditandatangani Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita. Stadion ini dinilai layak setelah pihaknya melakukan verifikasi infrastruktur pada 13 Agustus lalu.
”Bahwa berdasarkan hasil verifikasi infrastruktur Stadion Joyokusumo Pati, maka LIB menyatakan (Stadion Joyokusumo) LAYAK DENGAN CATATAN untuk digunakan sebagai venue pertandingan Liga 2-2022/2023,” tulis Akhmad Hadian Lukita dalam surat tersebut.
Untuk itu, manajemen Persipa Pati diminta melaksanakan rekomendasi yang telah diberikan. Rekomendasi itu, di antaranya membuat ruang ganti yang representatif, menambah toilet pemain, dan memperbaiki pagar pembatas.
”Persipa diberikan kesempatan untuk melengkapi hal-hal yang direkomendasikan oleh LIB sebagaimana terlampir dengan target waktu sampai dengan 20 Agustus,” paparnya.
Sementara itu, General Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto bersyukur Stadion Joyokusumo bisa digunakan sebagai venue Liga 2. Pihaknya berharap, Laskar Saridin nantinya bisa menunjukkan hasil maksimal di kandang sendiri.
”Walaupun masih ada yang harus dibenahi sedikit-sedikit. Tapi secara keseluruhan (Stadion Joyokusumo) bisa menjadi home base Persipa Pati di Liga 2 Indonesia,” papar Dian. ”Saya yakin masyarakat Pati, khususnya Resimen Patifosi akan semakin bersemangat mendengar kabar baik ini. Ini juga sudah ada kabar baik lain, bahwa lampu kemungkinan Desember 2022 sudah ada dan 2023 diusahakan adanya pembangunan tribun keliling,” imbuhnya.
Stadion Joyokusumo rencananya memang bakal dilengkapi dengan lampu penerangan lapangan. Namun, karena terbatasnya anggaran, tahun ini hanya bisa dipasang dua tiang lampu. Hal itu diungkapkan Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati Arif Wahyudi.
”Tahun ini dianggarkan untuk pemasangan lampu stadion. Anggarannya cuma cukup untuk dua tiang lampu. Total menghabiskan dana Rp 2,3 miliar untuk memasang dua tiang lampu tersebut," jelasnya.
Saat ditanya sisanya dibangun kapan, Arif mengaku belum mengetahui kapan akan dianggarkan. ”Saat ini untuk anggaran di DPUPR belum ada. Jadi, belum tahu kapan dianggarkan," lanjut Arif.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus sisa dua tiang lampu nantinya akan dianggar pada 2023. Mengingat Stadion Joyokusumo nantinya akan menjadi tempat pembukaan dan penutupan event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Pati Raya.
Untuk diketahui, anggaran untuk pemasangan lampu penerangan ini, direncanakan Rp 4,5 miliar. Namun terpangkas refocusing, sehingga menjadi Rp 2,3 miliar saja.
Awalnya, pemasangan lampu penerangan ini ada empat tiang. Tiap tiang nanti rencanya ada 36 lampu merek Panasonic yang standar. Namun, itu dengan rencana anggaran sebelum di-refocusing menjadi Rp 2,3 miliar.
Dengan adanya penambahan lampu penerangan ini, Stadion Joyokusumo bisa menyelenggarakan pertandingan malam hari. Sebelumnya, stadion ini hanya bisa dipakai sampai sore hari, karena tidak ada lampu penerangan lapangan. Penambahan lampu penerangan ini juga sekaligus memantapkan pembenahan Stadion Joyokusumo. Setelah sebelumnya rumput lapangan dirombak dan diganti dengan rumput sintetis dan pemasangan lintasan atletik di pinggirnya.
Renovasi stadion ini, sekaligus upaya pemerintah daerah bersolek jelang penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah. Di mana Kabupaten Pati menjadi salah satu tuan rumah bersama lima kabupaten lain di kawasan Pati Raya. (aua/lin) Editor : Ali Mustofa