Ketua Bidang Kompetisi AFK Kudus Afrizal Widyatmoko mengakui partai pertama babak delapan besar saat itu dimulai. Setelah babak pertama pertandingan dihentikan, lantaran ada air hujan yang masuk ke lapangan Gor Bung Karno.
”Saat itu kondisi hujan lebat. Air masuk lewat atap. Bocornya parah, terpaksa kami hentikan,” tegasnya.
Pertandingan, lanjutnya, akan kembali dilaksanakan Kamis (3/3).
”Kami sudah berkoordinasi dengan Disdikpora,” katanya.
Menurutnya jika pertandingan nekat dilanjutkan akan berdampak parah pada pemain. Kondisi lapangan yang licin dan terkena tetesan air hujan, berbahaya untuk pemain. Sehingga menyebabkan cedera pada pemain.
Ia berharap pemerintah daerah memperhatikan perbaikan tersebut. Di samping itu, diharapkan Kudus mempunyai lapangan yang standar baik ukuran maupun kualitasnya.
”Jika sesuai kualitas nanti bisa menyelenggarakan pertandingan tingkat provinsi hingga nasional,” harapnya.
Ketika kondisi itu terulang, panitia akan mencari alternatif lain. Yakni merubah tempat pertandingan dan waktunya.
Ketua Fraksi Partai Nasdem Muhtamat sempat dilapori kondisi kebocoran tersebut oleh panitia pertandingan. Untuk itu pihaknya ingin Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus segera memperhatikan dan memperbaiki kondisi atap yang bocor tersebut.
Menurutnya, perbaikan tersebut mendesak untuk diperhatikan. Sebab Gor tersebut sering difungsikan untuk menghelat kompetisi pertandingan maupun berbagai acara.
”Jangan sampai ini berdampak buruk, karena Gor sering dipakai untuk even. Ketika fasilitas tak mumpuni dikhawatirkan penyelenggara even enggan menggunakan fasilitas umum itu,” harapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Olahraga pada Disdikpora Kudus Minan Muhammad menyatakan pihaknya telah mendapatkan laporan dari panitia pertandingan atas penundaan tersebut.
Pada tahun ini, kata Minan perbaikan belum bisa dilaksanakan. Sebab anggaran terbatas. Sekaligus untuk penanganan Covid-19.
”Akan dianggarkan pada 2023 perbaikannya Rp 200 juta untuk rehab Gor,” katanya. (zen) Editor : Ali Mustofa