Sebelumnya, tim Porvit Kudus diharapkan bisa memetik poin saat beradu dengan Kalimatan Barat. Pasalnya pada pertandingan pertama pelatih Porvit Kudus Agung Pribadi memprediksi bisa mengungguli Ivoms Mempawah. Hal itu untuk mengamankan posisi Porvit Kudus di laga lanjutan.
Agung memperkirakan peluang itu terbuka lebar. Sebab Kalimantan Barat tak diunggulkan dari tim satu grupnya. Namun, Dewi Fortuna tak berpihak pada Porvit. Mereka harus menerima keunggulan Ivoms Mempawah 3-1. Porvit sendiri berhasil mencuri poin pada set ketiga dengan skor 25-21. Namun pada set keempat Porvit menelan kekelahan tipis 22-25.
Dia menyebut kekelahan itu ditengarai kondisi lapangan yang menggunakan vinyl. Hal itu mengakibatkan pergerakan anak asuhnya terbatas. Selama ini, tim Porvit Kudus menjuari Kejurda berhasil menaklukan lawannya bertanding di atas lapangan plester.
Di samping itu, selama ini tim Porvit berlatih rutin dengan lapangan plester. Oleh karena itu, kata Agung, anak asuhnya butuh beradaptasi bermain di atas lapangan vinyl. Tim Porvit bergerak kurang luwes saat bertanding.
“Permainan serba salah, pertahanan kacau. Kalau main vinly langkahnya jadi keset. Gerak kurang luwe,” katanya saat dihubungi kemarin.
Selain lapangan, faktor lain juga terjadi oleh tim Porvit. Salah satunya kondisi fisik anak asuhnya yang terkuras karena terjadi kendala dalam perjalanan.
Agung menyebut, jika tim Porvit ingin lolos harus bisa mempecundangi klub dari Kalimatan Barat itu. Sementara ketika kontra Ivop Pacitan dimungkinkan sulit. Pasalnya Pacitan merupakan unggulan.
Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan mencuri poin dan tampil maksimal. Pasalnya peluang masih terbuka lebar. Untuk lolos dari fase grup, pemuncak klasmen, dan runner up berhak maju ke babak selanjutnya.
“Yang jelas kami menyiapkan kondisi pemain agar fit. Supaya saat melawan Pacitan bisa maksimal,” katanya. (mal) Editor : Ali Mustofa