Pasalnya, semua pemain tersebut saat ini berlaga di kasta yang sama. Yaitu Liga 2. ”Secara mental memang lebih bagus. Karena lebih tertata. Namun terkait teknik atau tactical itu sama-sama lah. Jadi para pemain kami harus lebih secara mental juga,” terang Head Coach Persijap Jepara Jaya Hartono.
Oleh sebab itu, dipertandingan sore nanti, ia mewanti-wanti anak asuhnya agar lebih meningkatkan kedisiplinannya. ”Jangan sampai minder. Sama. kalau sudah main di Liga 2, sama,” tegas pelatih kelahiran Medan itu.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini terhitung sempat bersua Persis Solo lima kali. Dua kali dalam laga resmi (2007), dua kali dalam Piala Kapolda Jateng (2015), dan sekali saat uji coba (2015). Hasilnya, lima pertemuan itu Persijap menang tiga kali, kalah sekali, dan imbang sekali.
Di laga sore nanti, Tim Laskar Kalinyamat tak ingin sekedar menarget imbang. Meski lawan yang dihadapi adalah tuan rumah. Namun targetnya harus raih poin penuh. Sebab itu, Jaya Hartono menjanjikan penampilan menarik tersaji sore nanti.
Hal itu pantas dilakukan. Guna meningkatkan asa Persijap Jepara naik di klasemen papan atas Grup C. Pasalnya, hanya dua tim dari masing-masing grup yang berhak lolos ke perempat final. Sementara, target Persijap musim ini harus naik kasta ke Liga 1. Masalah juara atau tidak, itu bonus.
Sementara itu Asisten Pelatih Persijap Suganda mengaku seluruh pemain Persijap dalam keadaan fit dan siap tampil sore ini. ”Tinggal menunggu hasil tes kesehatan yang digelar nanti malam (kemarin malam, Red),” jelasnya.
Dari sisi pemain, punggawa Persijap tak mau hanya mewaspadai satu atau dua pemain tim Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo. ”Semua pemain patut diwaspadai,” ujar Kapten Persijap Ardan Aras.
Menurutnya, semua pemain harus menerapkan permainan keras, cepat, akurat dan dinamis. ”Keras bukan berarti kasar. Cepat bukan berarti terbur-buru. Tapi efektifitas penguasaan bola saat menghadapi lawan,” imbuh pemain yang sempat membela PSM Makassar tersebut. (zen) Editor : Ali Mustofa