Sebelumnya Askab PSSI Kudus berjanji akan menunjuk manjer Persiku setelah SK kepengurusan turun. Sekaligus dalam perjanjian waktu dengan Suporter Macan Muria (SMM) dalam sebulan.
Ketua Askab PSSI Kudus Daniel Budi Sampurna mengatakan, Ardy sebagai dirasa mampu menukangi Persiku. Selain itu, Ardy memiliki komitmen untuk mengembalikan taring Persiku di kancah sepak bola Indonesia.
“Ardy memiliki background olahragawan,” terangnya.
Terkait persiapan pembentukan official tim Persiku aKudus, manajemen langsung tancap gas. Daniel menyebutkan manajemen membuat pendaftaran dan seleksi secara terbuka. Baik untuk pemain , juga pelatih Persiku Kudus. Pendaftaran itu bisa diakses melalui website www.Persiku.id.
Di samping itu, Askab dan manajemen Persiku tetap memegang komitmen mengakomodir pemain dan pelatih lokal. Pihaknya akan menggali secara utuh potensi lokal yang dirasa mumpuni. Di singgung terkait nama pelatih, Daniel menyerahkan semua keputusan kepada manajemen.
“Mas Widoro, Cucun, dan Yayat juga bagus. Mereka sudah memiliki lisensi kepelatihan. Namun kami tak mengintervensi manajemen. Saya serahkan kepada manajemen,”jelasnya.
Askab PSSI Kudus berharap, ditunjuknya manajer yang baru ini bisa membawa angin segar bagi sepak bola di Kudus. Sekaligus bisa mendulang prestasi Persiku di kancah nasional.
Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo mengatakan, pihaknya akan membenahi tim sepak bola kebanggan warga Kudus itu. Dengan menciptakan manajemen dan official yang kuat sekaligus sehat. Dia mengusung misi membawa Persiku ke masa depan.
“Kami akan memulainya dari nol, manajemen tidak akan diisi banyak orang dan tak mengakomodir kepentingan dari luar. Kami prioritaskann mereka yang bekerja untuk memanjukan Persiku,” ungkapnya.
Di samping itu, pihaknya ingin menciptakan profesionalitas di dalam Persiku. Manajemen membuka pendaftaran pemain dan pelatih secara terbuka. Di samping itu, kepengurusan manajemen saat ini, diharapkan bisa melanjutkan prorgram pada kompetisi yang akan datang. Lantaran dalam perolehan prestasi dibutuhkan upaya yang tak instan.
Terkait nama pelatih, Ardy menyebutkan semua akan berpeluang masuk. Dalam penyelesksian akan menerapkan sistem terbuka.
Ardy tak mengusung target yang muluk-muluk. Manajemen terlebih dahulu ingin menciptakan pola kepengurusan yang profesional dan terbuka. Dia menyebut dasar yang kuat akan membentuk tim yang berprestasi.
“Rencananya kami akan mengadakan seleksi setelah aturan PPKM mikro dihentikan,” ungkapnya. Editor : Ali Mustofa