Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Jamin Anggaran Pendidikan Aman Tanpa Potongan Program MBG

Anita Fitriani • 2026-03-07 07:49:26

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia)

RADAR KUDUS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa alokasi dana pendidikan dalam APBN 2026 tetap terjamin dan tidak akan berkurang meskipun ada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini sesuai dengan ketentuan undang-undang yang mengharuskan 20 persen dari keseluruhan APBN untuk pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Purbaya saat menjawab pertanyaan dari wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026), di tengah rasa khawatir masyarakat bahwa program MBG yang ambisius dapat mengurangi dana pendidikan nasional.

Ia menjelaskan bahwa MBG memiliki pos anggaran terpisah sehingga tidak akan berdampak pada pengeluaran rutin atau program pendidikan strategis lainnya.

Purbaya menekankan bahwa tujuan utama dari program MBG adalah untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan tidak terkait dengan anggaran pendidikan, sehingga tidak ada pemotongan untuk sekolah atau fasilitas pendidikan.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor pendidikan yang sangat penting untuk kemajuan bangsa.

Selain itu, alokasi untuk pendidikan pada 2026 mencapai Rp769,8 triliun, di mana Rp223,5 triliun dialokasikan khusus untuk Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan MBG, yang menjadikan program ini sebagai penunjang fondasi pendidikan karena gizi merupakan syarat penting untuk proses belajar siswa yang efektif.

Pemerintah juga telah mencapai kesepakatan dengan DPR dan Badan Anggaran DPR untuk tidak mengurangi dana pendidikan.

Bahkan beberapa program akan ditingkatkan, seperti tunjangan untuk guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan mulai 2025.

Selanjutnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa program pendidikan strategis seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar tetap berjalan dengan baik, didukung dengan akses yang lebih kuat melalui Sekolah Rakyat dan renovasi sekolah secara masif.

Pada tahun 2025, sekitar 16.000 sekolah telah direnovasi dengan anggaran sebesar Rp17 triliun, dan target untuk 2026 bahkan lebih ambisius dengan 71.000 sekolah yang akan mendapatkan fasilitas baru, menunjukkan bahwa MBG tidak menghalangi tetapi justru melengkapi ekosistem pendidikan nasional.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, juga menanggapi berita hoaks terkait sekolah yang terbengkalai akibat MBG, menekankan bahwa anggaran untuk bantuan pendidikan dan insentif guru akan meningkat hingga Rp400. 000 per orang.

Komisi X DPR melalui Wakil Ketua Lalu Hadrian Irfani juga telah memastikan sebelumnya bahwa MBG tidak mengganggu alokasi pendidikan, mencerminkan kesepakatan antarpartai.

Penegasan Menteri Keuangan Purbaya memberikan kepastian untuk dunia pendidikan di tengah ketatnya dinamika APBN 2026, memungkinkan fokus pada peningkatan kualitas guru, infrastruktur sekolah, dan akses belajar yang lebih merata tanpa adanya kekhawatiran akan pemotongan dana.

Dengan demikian, program MBG yang merupakan salah satu janji prioritas pemerintah justru memperkuat fondasi pendidikan nasional secara menyeluruh, untuk generasi muda Indonesia yang lebih sehat dan cerdas di masa mendatang.

Pemerintah berharap informasi ini dapat meredakan kekhawatiran masyarakat dan mendorong kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak bangsa.

Editor : Ali Mustofa
#apbn #program Makan Bergizi Gratis #anggaran pendidikan #Purbaya Yudhi Sadewa #program mbg #menteri keuangan