RADAR KUDUS – Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk kembali mengalami penurunan.
Berdasarkan pemantauan dari laman resmi Logam Mulia di Jakarta pada Selasa pukul 09.08 WIB, harga emas Antam tercatat turun Rp22.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.940.000 menjadi Rp2.918.000 per gram.
Penurunan ini menandai pelemahan harga yang terjadi selama dua hari berturut-turut.
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian Selasa Pagi, UBS dan Galeri24 Kompak Melemah, Ini Rinciannya
Sejalan dengan itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan dan kini berada di posisi Rp2.706.000 per gram.
Harga emas tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
Dalam setiap transaksi penjualan emas batangan, pembeli dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh transaksi emas dengan ukuran mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.
Untuk penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.
Berikut rincian harga emas batangan Antam terbaru berdasarkan laman Logam Mulia:
-
Harga emas 0,5 gram: Rp1.509.000
-
Harga emas 1 gram: Rp2.918.000
-
Harga emas 2 gram: Rp5.776.000
-
Harga emas 3 gram: Rp8.639.000
-
Harga emas 5 gram: Rp14.365.000
-
Harga emas 10 gram: Rp28.675.000
-
Harga emas 25 gram: Rp71.562.000
-
Harga emas 50 gram: Rp143.045.000
-
Harga emas 100 gram: Rp286.012.000
-
Harga emas 250 gram: Rp714.765.000
-
Harga emas 500 gram: Rp1.429.320.000
-
Harga emas 1.000 gram: Rp2.858.600.000
Sementara itu, ketentuan pajak untuk pembelian emas batangan juga mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pembelian emas dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian emas batangan akan disertai bukti pemotongan PPh 22.
Editor : Ali Mustofa