Antrean BBM di Bali Mengular, Petugas SPBU Ngamuk Diminta Beroperasi 24 Jam

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:32 WIB
Petugas SPBU ngamuk diminta buka 24 jam di depan gubernur Bali.
Petugas SPBU ngamuk diminta buka 24 jam di depan gubernur Bali.

BALI - Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali membuat warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. 

Situasi tersebut bahkan menyebabkan sejumlah warga mengeluhkan pusing hingga membutuhkan pertolongan medis.

Di tengah kondisi itu, petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyampaikan protes setelah diminta tetap beroperasi selama 24 jam.

Baca Juga: Peringatan BMKG 16-22 Oktober 2026, Sumatera Barat hingga Papua Waspada Hujan Lebat

Berdasarkan laporan Kompas TV pada Jumat (16/10/2026), antrean BBM terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Jembrana.

Warga dilaporkan mengantre sejak malam hingga Kamis siang dan mengalami kelelahan akibat lamanya waktu menunggu.

Petugas kesehatan dari Polres Jembrana turun tangan memberikan pertolongan pertama kepada warga yang membutuhkan bantuan.

Kondisi tersebut menggambarkan dampak antrean panjang yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, kebijakan agar SPBU tetap beroperasi selama 24 jam memicu kekesalan sejumlah petugas.

Mereka menyampaikan protes kepada Gubernur Bali I Wayan Koster terkait permintaan tersebut ketika antrean BBM masih terjadi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permintaan maaf atas gangguan pasokan BBM.

Ia berjanji mempercepat distribusi agar kebutuhan bahan bakar di SPBU dapat segera terpenuhi.

Pertamina menjelaskan bahwa gangguan pasokan dipicu kendala teknis saat kapal hendak bersandar. Hambatan tersebut membuat proses bongkar muat berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.

Keterlambatan distribusi itu berdampak pada ketersediaan BBM di sejumlah SPBU dan memicu antrean kendaraan.

Percepatan penyaluran menjadi langkah yang dijanjikan Pertamina untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.

Situasi ini menjadi perhatian karena antrean panjang tidak hanya menyita waktu warga, tetapi juga dapat menimbulkan kelelahan bagi masyarakat yang menunggu di lokasi.

Kelancaran distribusi dan ketersediaan BBM menjadi faktor penting untuk memulihkan pelayanan kepada konsumen.

Laporan Kompas TV tersebut belum merinci jumlah SPBU yang terdampak, total warga yang membutuhkan pertolongan, maupun batas waktu pemulihan pasokan.

Perkembangan distribusi BBM di Bali masih perlu dipantau melalui keterangan resmi Pertamina dan pemerintah daerah.

Editor : Mahendra Aditya
antrean BBM Bali kelangkaan BBM Bali SPBU buka 24 jam I Wayan Koster pertamina