RADAR KUDUS – Rombongan Persib Bandung U-18 mengalami insiden kekerasan saat beristirahat di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.
Bus yang mengangkut para pemain dan ofisial diduga menjadi sasaran sekelompok suporter hingga mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Akibat kejadian tersebut, kaca bus di sisi kiri dan kanan pecah setelah dilempari batu.
Seorang anggota ofisial Persib juga dilaporkan mengalami luka memar, sementara sejumlah barang milik rombongan yang disimpan di bagasi dikabarkan hilang.
Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial BPA, 33, yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Pria yang diketahui berasal dari Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, itu ditangkap di Gerbang Tol Cikarang Utama ketika diduga hendak menuju Jakarta.
Dari pemeriksaan awal, BPA dinyatakan positif mengonsumsi sabu dan ganja.
Petugas turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk batu besar, pakaian yang dikenakan saat kejadian, alat isap bong, dan beberapa botol arak Bali.
Berikut rangkaian peristiwa yang dihimpun berdasarkan keterangan kepolisian.
1. Bus Persib U-18 Berhenti untuk Beristirahat
Peristiwa bermula ketika rombongan Persib Bandung U-18 melakukan perjalanan pulang ke Bandung setelah menjalani pertandingan melawan Garuda United dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Solo. Seusai pertandingan, rombongan menggunakan bus Bima Trans untuk kembali ke Bandung.
Sekitar pukul 21.27 WIB, bus berhenti di Rest Area KM 360 Batang untuk beristirahat.
Pada waktu bersamaan, lokasi itu juga disinggahi rombongan suporter yang sedang dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menjelaskan, insiden bermula ketika rombongan Persib U-18 beserta ofisial berhenti di rest area tersebut.
2. Identitas Bus Diketahui Sejumlah Suporter
Situasi kemudian berubah setelah sejumlah suporter mengetahui bahwa bus yang berhenti di lokasi tersebut membawa rombongan Persib Bandung.
Salah seorang yang diduga terlibat disebut mendekati kernet bus sebelum memanggil rekan-rekannya.
Teriakan yang menyebut bus tersebut membawa rombongan Persib diduga memicu perhatian orang-orang di sekitar lokasi.
Tidak lama kemudian, sejumlah orang diduga melakukan penyerangan dengan melemparkan batu berukuran besar ke arah bus.
Lemparan tersebut menyebabkan kaca di sisi kiri dan kanan kendaraan pecah.
Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Tio Pratama mengatakan, berdasarkan keterangan awal, peristiwa tersebut dipicu ketika sekelompok suporter mengetahui identitas bus yang ditumpangi skuad Persib.
Ia menjelaskan, situasi bermula dari teriakan setelah bus dikenali sebagai kendaraan yang membawa rombongan Persib, kemudian berlanjut menjadi tindakan kekerasan.
Meski demikian, polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan peran masing-masing orang yang berada di lokasi.
3. Anggota Ofisial Mengalami Luka, Sejumlah Koper Dilaporkan Hilang
Penyerangan tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada kendaraan. Media Officer Persib EPA U-18, Pandu Persada, 38, juga dilaporkan mengalami luka memar akibat dugaan penganiayaan.
Selain itu, sejumlah koper yang tersimpan di bagasi bus dilaporkan hilang.
Polisi masih mendalami dugaan penjarahan tersebut untuk memastikan barang-barang yang hilang serta pihak yang bertanggung jawab.
Kerusakan kaca membuat bus tidak dapat digunakan untuk melanjutkan perjalanan seperti semula. Kendaraan tersebut kemudian diamankan untuk mendukung proses penyelidikan.
Insiden ini menjadi perhatian karena rombongan yang menjadi sasaran merupakan tim pemain usia muda yang baru menyelesaikan pertandingan dalam kompetisi resmi.
4. Polisi Periksa CCTV dan Meminta Keterangan Saksi
Setelah menerima laporan melalui layanan darurat 110, personel Polresta Batang bersama Polsek Subah mendatangi lokasi kejadian.
Petugas melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar rest area.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui urutan kejadian sekaligus mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam perusakan bus dan dugaan penganiayaan.
Polisi menduga jumlah pelaku lebih dari satu orang. Namun, dalam tahap awal penyelidikan, baru seorang terduga pelaku yang berhasil diamankan.
Menurut keterangan kepolisian, proses identifikasi menghadapi kendala karena sebagian rekaman CCTV belum memberikan gambaran yang jelas.
Karena itu, pemeriksaan saksi dan penelusuran bukti lainnya masih terus dilakukan.
5. Satu Terduga Pelaku Ditangkap di Gerbang Tol Cikarang Utama
Pengembangan penyelidikan berlanjut melalui koordinasi polisi dengan petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cikampek.
Upaya tersebut mengarah pada penangkapan BPA di Gerbang Tol Cikarang Utama. Pria berusia 33 tahun itu diduga hendak melarikan diri menuju Jakarta setelah kejadian di Batang.
Berdasarkan informasi kepolisian, saat peristiwa berlangsung, terduga pelaku disebut mengenakan kaus bertuliskan “Persija Selamanya”.
Polisi menduga fanatisme terhadap klub sepak bola menjadi salah satu latar belakang kejadian. Namun, dugaan motif tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
Penangkapan BPA menjadi langkah awal dalam mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat. Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang telah dikumpulkan.
6. Batu hingga Alat Isap Bong Diamankan sebagai Barang Bukti
Dalam proses pengamanan dan pemeriksaan terhadap BPA, polisi tidak menemukan senjata tajam. Meski demikian, sejumlah barang diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Barang-barang tersebut meliputi batu besar yang diduga digunakan untuk merusak bus, pakaian yang dikenakan saat kejadian, alat isap bong, serta beberapa botol arak Bali.
Polisi juga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap terduga pelaku menunjukkan hasil positif penggunaan sabu dan ganja.
Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, keterkaitan setiap barang bukti dengan dugaan tindak pidana yang terjadi masih perlu dipastikan melalui proses penyidikan.
Polisi terus mengumpulkan bukti untuk memperjelas peran terduga pelaku serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
7. Rombongan Persib Melanjutkan Perjalanan Menggunakan Bus Pengganti
Setelah insiden tersebut, rombongan Persib U-18 membutuhkan kendaraan lain untuk meneruskan perjalanan menuju Bandung.
Manajemen Persibat turut membantu menyediakan bus pengganti agar para pemain dan ofisial dapat melanjutkan perjalanan pulang.
Adapun bus Bima Trans yang mengalami kerusakan diamankan di Kantor Polisi Subsektor Kandeman untuk mendukung proses penanganan perkara.
Hingga Senin (12/10/2026), kepolisian masih mendalami kasus tersebut.
Penyelidikan mencakup pendataan kerugian, pemeriksaan saksi, analisis rekaman CCTV, serta upaya mengidentifikasi dan mencari orang-orang lain yang diduga terlibat.
Polisi juga menelusuri dugaan penganiayaan, perusakan kendaraan, dan hilangnya barang-barang milik rombongan Persib U-18.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya menjaga keamanan dalam kegiatan sepak bola.
Rivalitas antarklub semestinya tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan yang membahayakan pemain, ofisial, maupun masyarakat.
Proses hukum diharapkan dapat mengungkap kejadian secara menyeluruh sekaligus memastikan pihak yang terbukti melakukan pelanggaran mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor : Ali MustofaSumber : Radar Semarang