RADAR KUDUS - Ledakan keras terjadi di kawasan ruko Pakuwon City San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Selasa (6/10/2026).
Peristiwa tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Ledakan yang diduga berasal dari area rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi itu berdampak cukup luas.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyebut terdapat 41 bangunan yang mengalami kerusakan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 ruko dan 15 rumah warga terdampak.
Kerusakan yang ditemukan antara lain berupa kaca jendela pecah, pintu rusak hingga bagian kanopi bangunan yang mengalami kerusakan.
“Kerusakan bangunan antara lain berupa jendela dan pintu pecah serta kanopi yang rusak,” kata Luthfie, Selasa (6/10/2026).
Dari 41 bangunan yang terdampak, polisi mencatat lima bangunan mengalami kerusakan berat. Sementara 36 bangunan lainnya masuk kategori rusak ringan.
Kuatnya ledakan juga menyebabkan sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Polisi mencatat ada 16 kendaraan terdampak, terdiri atas empat mobil, satu truk, dan 11 sepeda motor.
Kerusakan pada kendaraan terutama terlihat pada bagian bodi dan kaca spion.
Polisi menduga dampak tersebut berkaitan dengan kuatnya getaran yang muncul ketika ledakan terjadi.
Selain kerusakan material, ledakan tersebut juga menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.
Para korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Sementara itu, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.
Polisi bersama tim gabungan, termasuk personel dari Laboratorium Forensik (Labfor), telah melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, berdasarkan informasi awal, terdapat aktivitas memasak di salah satu ruko sebelum ledakan terjadi.
“Berdasarkan informasi awal terdapat aktivitas memasak salah satu ruko sebelum terjadi ledakan dan diduga ledakan disebabkan akibat tabung gas elpiji,” ujar Jules.
Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber dan penyebab ledakan.
Sejumlah material maupun benda yang ditemukan di sekitar lokasi juga telah diamankan untuk mendukung proses penyelidikan.
Jules menegaskan, hasil olah TKP nantinya akan menjadi bahan penting untuk mengungkap dari mana sumber ledakan sekaligus memastikan penyebab sebenarnya.
“Jadi kita tunggu hasil olah TKP terlebih dahulu, termasuk untuk memastikan sumber dan penyebab pasti ledakan,” katanya.
Editor : Ali Mustofa