Dari Pengkritik Kekuasaan ke Kursi Wantimpres, Babak Baru Rocky Gerung

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:56 WIB
Akademisi Rocky Gerung.
Akademisi Rocky Gerung.

JAKARTA – Nama Rocky Gerung kembali menjadi perhatian publik. Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai intelektual publik dengan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah, kini justru berada di dalam lingkaran kelembagaan Istana.

Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Rocky menjadi satu dari 26 tokoh yang dilantik sebagai anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.

Masuknya Rocky ke Wantimpres menjadi babak baru dalam perjalanan intelektualnya. Ia selama ini lebih dikenal sebagai sosok yang berada di luar pemerintahan dan lantang menyampaikan pandangan kritis mengenai politik, demokrasi, kebijakan publik, serta persoalan kekuasaan.

Baca Juga: Listyo Sigit Segera Tinggalkan Kursi Kapolri, Jabatan Barunya Terungkap

Rocky lahir pada 20 Januari 1959. Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan dikenal sebagai akademisi, filsuf, penulis, serta pengamat politik. Kiprahnya di ruang publik membuat namanya semakin dikenal melalui berbagai diskusi, forum televisi, tulisan, dan pernyataan mengenai persoalan sosial-politik.

Gaya bicaranya yang lugas dan argumentatif menjadi salah satu ciri yang melekat pada Rocky. Kritiknya terhadap kebijakan dan penguasa kerap menjadi bahan perbincangan, bahkan sejumlah pernyataannya pernah memicu polemik di ruang publik.

Kini, posisi Rocky berubah. Jika sebelumnya ia menyampaikan kritik dari luar lingkaran pemerintahan, sebagai anggota Wantimpres ia memiliki ruang formal untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Namun, Rocky mengatakan perubahan posisi tersebut tidak berarti ia harus meninggalkan sikap kritis. Seusai pelantikan, ia menegaskan bahwa fungsi Wantimpres justru berkaitan dengan sikap kritis terhadap kebijakan.

Baca Juga: Dulu Dianggap Pahit, Popularitas Matcha Kini Mendorong Perubahan Selera Minuman Anak Muda

“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky seusai pelantikan di Istana Negara.

Menurut Rocky, sebuah kebijakan pemerintah dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, anggota Wantimpres perlu melihat persoalan secara lebih mendalam, termasuk membaca dampak dan persoalan etis yang muncul dari sebuah kebijakan.

Dalam struktur baru tersebut, Rocky tidak sendiri. Presiden Prabowo mengangkat 26 anggota Wantimpres dengan latar belakang yang beragam. Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, sedangkan Muhammad Qodari menjadi Sekretaris.

Keberadaan Rocky di dalam Wantimpres pun menghadirkan perubahan posisi yang menarik untuk dicermati. Ia kini bukan sekadar komentator yang memberikan pandangan terhadap kebijakan dari ruang publik, tetapi menjadi bagian dari lembaga yang secara langsung memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Bagi Rocky, sikap kritis tersebut tetap diperlukan. Bedanya, kritik terhadap kebijakan kini disampaikan dalam ruang kelembagaan dengan tujuan memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Perjalanan itu membuat Rocky Gerung memasuki fase baru. Dari akademisi dan intelektual publik, menjadi pengamat yang dikenal kritis, hingga akhirnya dipercaya menjadi salah satu anggota lembaga penasihat Presiden.

Bagaimana sikap kritis Rocky akan bekerja dari dalam lingkaran kekuasaan tentu baru dapat dilihat dari perjalanan dan pandangan yang disampaikannya selama menjalankan tugas sebagai Wantimpres.

Editor : Zainal Abidin RK
istana negara watimpres rocky gerung