RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Suyudi yang saat ini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026).
Suyudi merupakan perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman di sejumlah jabatan strategis, baik di lingkungan kepolisian maupun ketika mendapat penugasan di luar struktur Polri.
Pada 2024, ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten setelah sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya.
Selama perjalanan kariernya, Suyudi juga pernah menduduki sejumlah jabatan kewilayahan dan fungsi kepolisian.
Pada 2025, ia kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) dan tercatat sebagai Kepala BNN.
Bawa Gagasan “Polisi Bersama Masyarakat”
Dalam fit and proper test, Suyudi memperkenalkan gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan sekaligus arah transformasi yang ingin dibawanya.
Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut menempatkan masyarakat sebagai salah satu pusat orientasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurut Suyudi, konsep tersebut bukan dimaksudkan untuk menggantikan berbagai strategi dan program yang telah berjalan di tubuh Polri.
“Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar jargon yang bukan pengganti grand strategy, renstra, promoter, presisi, atau polmas, dia adalah doktrin kepemimpinan yang menyatukan seluruh kebijakan kepada satu orientasi masyarakat,” kata Suyudi.
Suyudi juga menyampaikan bahwa pergantian pimpinan tidak seharusnya membuat institusi kembali memulai seluruh program dari awal.
Ia mengatakan berbagai kebijakan dan program yang telah berjalan akan dievaluasi berdasarkan pelaksanaan dan manfaatnya.
“Saya perkuat dan institusionalisasikan, yang belum optimal akan saya sempurnakan, yang tumpang tindih akan saya sederhanakan, dan yang menyimpang dari hukum etika serta kepentingan masyarakat akan saya koreksi dengan tegas,” ujarnya.
Melanjutkan Sejumlah Program Polri
Dalam pemaparannya, Suyudi menyatakan akan mempertahankan sejumlah pendekatan yang dianggap masih relevan dari program kepemimpinan sebelumnya.
Dari program Promoter, ia menyebut akan melanjutkan semangat profesionalisme, modernisasi pelayanan publik, quick wins, serta manajemen perubahan.
Sementara dari pendekatan Presisi, sejumlah hal yang disebutnya antara lain pendekatan prediktif, transparansi berkeadilan, digitalisasi pelayanan melalui ETLE, layanan Call Center 110, pengaduan masyarakat, serta penerapan restorative justice sesuai ketentuan hukum.
Gagasan tersebut disampaikan Suyudi dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan setelah Presiden Prabowo mengajukannya sebagai calon Kapolri kepada DPR RI.
Editor : Ali Mustofa