Sinyal Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi per 1 Oktober 2026 Imbas Melonjaknya Harga Minyak Dunia

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:18 WIB
Sinyal Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi per 1 Oktober 2026 Imbas Melonjaknya Harga Minyak Dunia
Sinyal Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi per 1 Oktober 2026 Imbas Melonjaknya Harga Minyak Dunia
 
RADAR KUDUS - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal kuat perihal potensi penyesuaian naik pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi terhitung mulai 1 Oktober 2026.
 
 Prospek kenaikan harga di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tersebut terpicu oleh tren penguatan harga minyak mentah di pasar global dalam beberapa pekan terakhir.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa komoditas BBM non-subsidi—seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex—memiliki skema penetapan harga yang berfluktuasi mengikuti mekanisme perkembangan harga pasar internasional.
 
Baca Juga: Google Sheets Bocorkan Fitur Baru Projects, Calendar dan Chat Bisa Ikut Terhubung
 
Oleh sebab itu, evaluasi berkala yang dilakukan badan usaha penyalur setiap tanggal 1 di awal bulan akan sangat dipengaruhi oleh rata-rata pergerakan harga minyak dunia sepanjang bulan berjalan.

"Yang ini non-subsidi, ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat, rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa penyesuaian," ujar Yuliot saat ditemui awak media di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/9/2026).

Meski belum membeberkan secara terperinci kisaran besaran nominal kenaikan per liter, Yuliot mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi memang tidak terhindarkan untuk periode Oktober 2026. "Iya, ada penyesuaian," tegasnya.

Berbeda dengan jenis non-subsidi, Yuliot memastikan bahwa harga BBM bersubsidi dan kompensasi, seperti Pertalite dan Bio Solar, tidak akan mengalami perubahan.
 
Pemerintah menjamin tarif kedua jenis bahan bakar rakyat tersebut tetap ditahan hingga penghujung tahun 2026 guna menjaga daya beli masyarakat.

Melonjaknya harga minyak mentah dunia dipicu oleh eskalasi dinamika geopolitik global, khususnya kekhawatiran atas potensi gangguan rantai pasokan imbas ketegangan yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran.
 
Mengutip data Refinitiv, pergerakan harga minyak mentah dunia mencatatkan tren kenaikan dalam dua hari beruntun pada perdagangan Selasa (29/9/2026).
 
Baca Juga: Serap Aspirasi Masyarakat Karimunjawa, Soroti Batas Tanah hingga Penarikan Retribusi

Hingga Selasa pukul 10.39 WIB, harga minyak mentah acuan jenis Brent melonjak 1,5 persen ke level US$106,9 per barel, sementara minyak acuan *West Texas Intermediate* (WTI) menguat 1,4 persen mencapai US$93,91 per barel.
 
Tren positif ini melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (28/9/2026), di mana Brent merangkak naik 0,9 persen ke posisi US$105,28 per barel dan WTI terangkat 0,2 persen ke level US$92,6 per barel.
 
Lonjakan harga komoditas energi ini terus bertahan meski pasokan ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah dilaporkan meningkat hingga 12,8 juta barel per hari pada September 2026, yang merupakan level tertinggi sejak Februari. (*)
Editor : Ali Mustofa
Potensi Kenaikan Harga BBM Oktober 2026 Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Wamen ESDM Yuliot Tanjung Harga Minyak Mentah Brent WTI Dampak Konflik AS Iran BBM