Investigasi MBG Gowa: BGN Temukan Sumber Bakteri di Tempat Cuci Tangan, Operasional SPPG Dibuka Lagi

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 18:32 WIB
Investigasi MBG Gowa: BGN Temukan Sumber Bakteri di Tempat Cuci Tangan, Operasional SPPG Dibuka Lagi
Investigasi MBG Gowa: BGN Temukan Sumber Bakteri di Tempat Cuci Tangan, Operasional SPPG Dibuka Lagi
 

RADAR KUDUS - Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mencabut sanksi pemberhentian operasional sementara pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gowa Pattallassang 2, Sulawesi Selatan.
 
Keputusan penting ini diambil setelah seluruh rangkaian uji laboratorium mendalam mengonfirmasi bahwa sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti aman dan memenuhi standar mutu layak konsumsi.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengungkapkan fakta baru dari hasil investigasi komprehensif terkait insiden gangguan pencernaan yang sempat menimpa sejumlah siswa.
 
Baca Juga: Jenazah Terakhir KM Virgo Tiba di Rumah Duka, Kholeq Kenang Saat-saat Terakhir bersama Korban
 
Berdasarkan pengujian mikrobiologi yang dilakukan oleh laboratorium independen, tidak ditemukan adanya kandungan bahan berbahaya, kimia beracun, maupun cemaran patogen pada menu makanan yang disajikan oleh SPPG.

Sebaliknya, temuan mengejutkan justru memperlihatkan bahwa sumber paparan bakteri berasal dari sarana sanitasi lingkungan sekolah, tepatnya pada fasilitas tempat cuci tangan yang digunakan oleh para siswa sebelum mengonsumsi makanan.
 
Faktor higienitas air dan sarana cuci tangan inilah yang memicu gangguan pencernaan pada 11 anak dari total 2.660 siswa penerima manfaat program di wilayah tersebut.

"Bahwa hasil pengujian mikrobiologi, seluruh sampel makanan yang diuji di laboratorium dinyatakan layak konsumsi dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya atau beracun," tegas Ketut dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram BGN pada Minggu (27/9/2026).
 
"Sumber bakteri tersebut dinyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dari tempat cuci tangan sekolah sebelum makan anak-anak."

Dengan terbuktinya keaslian mutu pangan dari pihak penyedia, BGN memastikan bahwa SPPG Gowa Pattallassang 2 kembali diizinkan beroperasi secara penuh guna melayani kebutuhan gizi para pelajar mulai awal pekan.
 
"SPPG Gowa Pattallassang 2 hari ini kami nyatakan dibuka kembali dan dapat beroperasi pada hari Senin berikutnya," lanjut Ketut.
 
Baca Juga: Jangan Asal Garuk! Ini 9 Macam Gatal pada Kulit, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kendati operasional telah dipulihkan, BGN menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan.
 
Evaluasi berkala serta audit ketat akan terus diterapkan secara menyeluruh terhadap seluruh rantai pasok SPPG. 
 
Selain pemantauan pada pengolahan menu gizi, BGN juga menginstruksikan pengawasan ketat terhadap lingkungan pendukung sekolah, termasuk fasilitas air bersih dan sanitasi, guna menjamin keamanan serta mutu pangan anak didik secara menyeluruh. (*)
Editor : Mahendra Aditya
Kasus MBG Gowa Pattallassang Uji Laboratorium Makanan BGN Ketut Sumedana Deputi BGN Penyebab Keracunan Cuci Tangan Pembukaan Operasional SPPG Gowa