RADAR KUDUS — Transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2026.
BCA menyebut penggunaan QRIS kini telah menjangkau sekitar 52–53 persen nasabah yang memiliki rekening, menunjukkan semakin kuatnya penerimaan pembayaran digital di tengah masyarakat.
Direktur BCA Santoso mengatakan QRIS semakin banyak digunakan sebagai alat pembayaran karena menawarkan proses transaksi yang cepat, praktis, dan mudah diakses.
Menurutnya, QRIS tidak hanya digunakan untuk pembayaran di dalam negeri, tetapi juga mulai berperan dalam transaksi lintas negara seiring meluasnya kerja sama sistem pembayaran digital.
“Tren saat ini transaksi sudah sangat luar biasa terutama dengan QRIS. QRIS bukan hanya transaksi di Indonesia. QRIS sudah sebagai alat bayar sudah mencapai 52–53 persen dari yang memiliki rekening,” ujar Santoso dikutip dari finansial bisnis saat pembukaan BCA Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat, 11 September 2026.
Baca Juga: Sisa Kuota Jadi Hak Konsumen: Pemerintah Resmi Larang Operator Hanguskan Kuota
Lonjakan tersebut mencerminkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembayaran.
QRIS semakin banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembelian makanan dan minuman, pembayaran di toko, transaksi ritel, hingga kebutuhan di sejumlah layanan publik.
Kemudahan penggunaan melalui aplikasi perbankan turut mendorong nasabah untuk memilih metode pembayaran berbasis kode QR.
Pertumbuhan transaksi QRIS BCA juga berlangsung ketika aktivitas pembayaran digital nasional terus meningkat.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada Juli 2026 mencapai 5,50 miliar transaksi atau tumbuh 28,69 persen secara tahunan.
Baca Juga: PPPK Ingin Jadi CPNS? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Pada periode yang sama, transaksi QRIS tercatat tumbuh 82,42 persen secara tahunan, didukung oleh bertambahnya pengguna dan merchant yang menerima pembayaran QRIS.
Untuk meningkatkan kemudahan transaksi, BCA pada September 2026 memperluas fitur pendukung QRIS melalui aplikasi myBCA.
Sejak 16 September 2026, nasabah dapat mengakses QRIS secara lebih cepat melalui fitur Widget yang bisa ditempatkan pada perangkat.
Fitur tersebut juga menyediakan akses langsung ke sejumlah layanan lain, seperti transfer, pembayaran dan isi ulang, serta transaksi cardless.
BCA juga menghadirkan fitur NumPad untuk membantu nasabah memasukkan nominal transaksi dengan lebih praktis.
Baca Juga: Menkeu Dapat Ruang Audit Khusus Restitusi Pajak, Begini Aturannya di APBN 2027
Pada transaksi dalam rupiah, tersedia tombol tambahan “000” yang dapat digunakan sebagai pintasan ketika pengguna memasukkan nominal pembayaran.
Pada tahap awal, fitur tersebut tersedia untuk transaksi QRIS MPM, QRIS Transfer, dan QRIS Cross Border.
Selain transaksi domestik, QRIS lintas negara juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Hingga Agustus 2026, volume transaksi QRIS Cross Border BCA dilaporkan meningkat 437 persen secara tahunan, sedangkan nilai transaksinya melonjak 491 persen.
Pertumbuhan ini menunjukkan semakin tingginya penggunaan QRIS oleh nasabah ketika melakukan pembayaran di negara yang telah terhubung dengan layanan tersebut.
Meski pertumbuhan transaksi QRIS terus meningkat, BCA menilai penguatan literasi keuangan tetap diperlukan.
Baca Juga: BGN Perketat Pengawasan MBG: Empat SPPG Dihentikan, 10.112 Penerima Dialihkan
Masyarakat perlu memahami cara menggunakan QRIS secara aman, memastikan nama merchant sebelum pembayaran, memeriksa nominal transaksi, serta tidak memberikan kode keamanan atau data pribadi kepada pihak lain.
Santoso menyampaikan bahwa edukasi mengenai berbagai alat pembayaran digital menjadi tanggung jawab bersama antara perbankan, regulator, pelaku usaha, dan masyarakat.
Pemahaman yang baik dinilai penting agar peningkatan penggunaan QRIS dapat berjalan seiring dengan keamanan dan kehati-hatian dalam bertransaksi.
Semakin luasnya penggunaan QRIS, BCA melihat pembayaran berbasis kode QR akan terus menjadi bagian penting dari aktivitas transaksi masyarakat.
Baca Juga: Warga Curhat ke Gibran: MBG Tetap Jalan, Kejadian Keracunan Jangan Terulang
Peningkatan jumlah pengguna, bertambahnya merchant, pengembangan fitur myBCA, serta perluasan transaksi lintas negara menjadi faktor yang mendukung lonjakan transaksi QRIS sepanjang September 2026.
BCA juga menilai pertumbuhan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi karena transaksi menjadi lebih cepat, tercatat, dan mudah dilakukan oleh masyarakat maupun pelaku usaha. (*)
Editor : Ali Mustofa