RADAR KUDUS — Bank Indonesia mencatat transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara yang masuk ke Indonesia atau inbound mencapai 17,8 juta transaksi dengan nilai Rp6,2 triliun hingga Agustus 2026.
Transaksi tersebut terutama dilakukan wisatawan mancanegara ketika melakukan pembayaran di berbagai merchant di Indonesia.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital lintas negara dalam mendukung aktivitas wisatawan selama berada di Indonesia.
Melalui QRIS Antarnegara, wisatawan dari negara mitra dapat membayar barang dan jasa dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya.
Baca Juga: QRIS Cross Border Hadir di Hong Kong dan Timor Leste, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah
Dengan demikian, wisatawan tidak harus selalu membawa uang tunai atau menukarkan mata uang untuk melakukan transaksi sehari-hari.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa transaksi inbound QRIS hingga Agustus 2026 tercatat jauh lebih besar dibandingkan transaksi outbound.
Pada periode yang sama, transaksi masyarakat Indonesia di negara mitra mencapai 5 juta transaksi dengan nilai Rp1,85 triliun. Berdasarkan angka tersebut, nilai transaksi inbound lebih dari tiga kali lipat dibandingkan transaksi outbound.
QRIS Antarnegara saat ini telah terhubung dengan enam negara, yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Baca Juga: Indonesia Bangga, QRIS Antarnegara Raih Penghargaan Global 2026
Konektivitas tersebut memungkinkan wisatawan dari negara-negara mitra melakukan pembayaran di merchant QRIS Indonesia, sementara masyarakat Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran domestik ketika bertransaksi di negara mitra.
Peningkatan transaksi QRIS oleh wisatawan mancanegara juga memperlihatkan peran sistem pembayaran digital dalam mendukung sektor pariwisata.
Kemudahan pembayaran dapat membuat wisatawan lebih leluasa melakukan pembelian di berbagai tempat, mulai dari restoran, pusat perbelanjaan, toko oleh-oleh, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. Transaksi digital juga membantu proses pembayaran berlangsung lebih cepat dan praktis.
Selain memberikan kemudahan bagi wisatawan, penggunaan QRIS Antarnegara membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen internasional.
Baca Juga: Dugaan Penggelapan Minyak Terungkap, Kepala Dapur SPPG Surabaya Jadi Tersangka
Merchant yang telah menggunakan QRIS dapat menerima pembayaran dari wisatawan asing tanpa harus menyediakan layanan pembayaran secara terpisah untuk setiap negara.
Hal ini membuat proses transaksi menjadi lebih sederhana, khususnya bagi UMKM yang berada di kawasan wisata.
Bank Indonesia menyebut QRIS telah digunakan secara luas oleh masyarakat dan pelaku usaha di dalam negeri.
Hingga Agustus 2026, QRIS telah menjangkau 69,3 juta pengguna dan lebih dari 47 juta merchant.
Sebagian besar merchant tersebut merupakan UMKM, sehingga perluasan konektivitas QRIS Antarnegara turut berpotensi memperkuat akses usaha lokal terhadap pasar wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Cekcok Soal Uang Setoran, Sopir Truk di Bali Dibakar Hidup-hidup Oleh Bosnya
Meski demikian, konektivitas QRIS Antarnegara saat ini belum mencakup seluruh wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.
Bank Indonesia mencatat cakupan koridor QRIS Antarnegara baru menjangkau sekitar 39,77 persen wisatawan mancanegara. Kondisi tersebut mendorong pengembangan layanan pendukung agar wisatawan dari negara yang belum terhubung tetap memperoleh akses informasi dan layanan digital selama berada di Indonesia.
Dalam rangka mendukung kebutuhan tersebut, Bank Indonesia memperkenalkan Indonesia Travel Pack sebagai gerbang digital bagi wisatawan mancanegara.
Layanan ini memuat informasi mengenai destinasi, aktivitas wisata, kuliner, merchant, pembayaran digital, serta layanan SIM atau eSIM. Kehadiran layanan tersebut ditujukan untuk membantu wisatawan sejak sebelum kedatangan, saat tiba di Indonesia, hingga selama melakukan perjalanan.
Baca Juga: Mentan Tegaskan Stok Beras Nasional Aman, Perintahkan Bulog Salurkan 300 Ribu Ton
Bank Indonesia juga terus memperluas konektivitas pembayaran dengan negara lain. Kerja sama dengan Timor-Leste dan Hong Kong telah masuk dalam tahap pengembangan.
Perluasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses pembayaran digital lintas negara sekaligus memperkuat hubungan antara sistem pembayaran, sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM.
Capaian transaksi inbound sebesar Rp6,2 triliun menjadi indikator meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap pembayaran digital di Indonesia.
Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran domestik, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari konektivitas ekonomi antarnegara.
Semakin banyaknya wisatawan yang memanfaatkan QRIS, pelaku usaha lokal berpeluang memperoleh manfaat lebih besar dari aktivitas belanja wisatawan mancanegara.
Editor : Ali Mustofa