RADAR KUDUS - Kepala Desa Rejo Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Teguh Maulana, dilaporkan ke Polda Lampung setelah diduga menganiaya seorang pelajar berinisial DN (16). Korban disebut sempat tak sadarkan diri setelah terlibat cekcok dengan Teguh di depan sebuah SPBU.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di wilayah Kecamatan Natar. Kasus itu kemudian dilaporkan oleh keluarga korban ke Polda Lampung dan kini proses penanganannya berada di tingkat kepolisian daerah.
Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi untuk mengetahui rangkaian kejadian. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang diperoleh, insiden tersebut bermula dari kendaraan kedua pihak yang disebut bersenggolan di area SPBU.
Baca Juga: Banjir Aceh Tenggara Rendam 13 Desa, Sejumlah Jembatan dan Jalan Rusak
“Kasus ini ditangani oleh Polda Lampung, jadi kemarin memang kami mendatangi lokasi untuk mengetahui peristiwa tersebut dan dari keterangan saksi-saksi dikatakan ada salah paham di mana disebutkan kendaraan keduanya bersenggolan di SPBU,” kata Budi, seperti dilansir detikSumbagsel, Minggu (27/9/2026).
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi cekcok. Dalam kejadian itu, Teguh disebut melakukan pemukulan terhadap DN hingga pelajar tersebut kehilangan kesadaran.
Namun, Budi menegaskan rangkaian peristiwa dan dugaan penganiayaan tersebut masih akan dibuktikan melalui proses penyelidikan yang dilakukan Polda Lampung.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Rinjani Meluas hingga 1.098 Hektare, Pendaki Dialihkan
“Keluarga korban ini telah membuat laporan ke Polda, jadi semua prosesnya nanti akan dibuktikan dalam penyelidikan di sana,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi DN saat ini masih dalam tahap pemulihan. Pelajar tersebut disebut menjalani perawatan di rumah bersama keluarganya.
“Sudah dirawat oleh keluarganya,” kata Budi.
Kasus dugaan penganiayaan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah videonya beredar dan menjadi viral. Insiden yang berlangsung di sekitar SPBU Kecamatan Natar itu kini menjadi perhatian karena melibatkan seorang kepala desa dan seorang pelajar.
Polda Lampung masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap secara lebih lengkap kronologi kejadian serta memastikan fakta-fakta dalam laporan yang disampaikan keluarga korban.
Editor : Mahendra Aditya