RADAR KUDUS - Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tenggara setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (26/9/2026) malam. Sebanyak 13 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak akibat meluapnya sejumlah sungai.
Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur penting. Beberapa jembatan dilaporkan hanyut dan tidak dapat dilalui, sementara sejumlah ruas jalan mengalami longsor, abrasi, hingga amblas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Bahron Bakti mengatakan hujan dengan intensitas tinggi membuat debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga meningkat secara signifikan. Air sungai kemudian meluap hingga masuk ke kawasan permukiman.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Rinjani Meluas hingga 1.098 Hektare, Pendaki Dialihkan
“ Tingginya curah hujan di Aceh Tenggara mengakibatkan debit air sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga mengalami peningkatan yang signifikan dan meluap ke pemukiman,” kata Bahron dalam laporannya di Banda Aceh, Minggu (27/9/2026).
Wilayah yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Lawe Sumur, banjir melanda Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Kisam Gabungan. Desa Maha Singkil di Kecamatan Bukit Tusam juga terdampak.
Sementara di Kecamatan Bambel, genangan melanda Desa Terutung Seperai, Pancar Iman, Kuta Seri, Bambel Gabungan, dan Lembah Haji. Banjir juga terjadi di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe; Desa Mbarung dan Batu Mbulan I, Kecamatan Babussalam; Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah; serta Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan.
Bencana tersebut berdampak terhadap 52 kepala keluarga atau 203 jiwa. Meski demikian, BPBA memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.
Dampak cukup besar terjadi pada sektor pertanian. Sekitar 40 hektare lahan pertanian masyarakat di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan wilayah sekitarnya mengalami kerusakan. Selain itu, sekitar 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan turut terdampak banjir.
Kerusakan juga mengganggu akses transportasi masyarakat. Badan jalan Kutacane-Blangkejeren di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, tertimbun material longsor. Kondisi tersebut diperparah dengan tumbangnya tiang listrik PLN di lokasi.
Di sisi lain, tanggul Sungai Lawe Kisam dilaporkan jebol. Air kemudian mengalir ke kawasan permukiman warga di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel.
Sejumlah jembatan juga mengalami kerusakan akibat derasnya arus sungai. Jalan darurat penghubung dan Jembatan Natam-Simpang IV Tanjung tidak lagi dapat dilalui setelah tergerus arus. Jembatan Mbarung yang menjadi akses menuju Kecamatan Lawe Alas juga mengalami kondisi serupa.
Kerusakan turut terjadi pada oprit Jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap yang mengalami amblas. Untuk sementara, jembatan tersebut tidak dapat dilewati kendaraan roda empat.
Di Desa Pulonas Baru, ruas jalan menuju Lawe Rutung mengalami abrasi akibat gerusan arus Sungai Lawe Bulan. Panjang jalan yang terdampak abrasi diperkirakan mencapai 50 meter.
Baca Juga: Puskesmas Lama Sluke Rembang Ludes Terbakar, 7 Armada Dikerahkan
Sementara itu, sebagian badan Jembatan Rangka Baja Biakmuli yang merupakan jembatan nasional juga mulai terlihat amblas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jembatan merupakan salah satu bagian penting dari akses transportasi masyarakat.
BPBD Aceh Tenggara telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus memantau perkembangan kondisi pascabanjir.
Petugas juga mengoperasikan satu unit ekskavator untuk membantu menutup tanggul yang jebol serta melakukan normalisasi Sungai Lawe Kisam di Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel.
Selain itu, personel TRC BPBD masih melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang yang menutup ruas jalan nasional Kutacane-Blangkejeren, khususnya di kawasan Tanjakan Gurah, Kecamatan Ketambe.
Penanganan dilakukan secara bertahap untuk membuka kembali akses yang terganggu sekaligus mengurangi dampak lanjutan akibat luapan sungai, longsor, abrasi, dan kerusakan infrastruktur.
Editor : Mahendra Aditya