Perkuat Sistem Pengawasan, BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG

Anita Fitriani • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:07 WIB
BGN siapkan aplikasi rating MBG
BGN siapkan aplikasi rating MBG

RADAR KUDUS — Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi rating khusus untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah memperkuat pengawasan dan evaluasi layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui aplikasi ini, kepala sekolah dan guru dapat memberikan penilaian langsung berupa bintang skala 1–5 beserta catatan terkait kualitas layanan yang diterima, termasuk ketepatan waktu distribusi serta kelayakan dan kualitas menu. 

Juru Bicara BGN Tysa Novenny menjelaskan bahwa aplikasi rating MBG disiapkan agar masukan dari sekolah dapat langsung tersalurkan dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan.

Ia mengatakan bahwa kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian serta menyertakan catatan apabila menemukan layanan yang belum sesuai, misalnya makanan yang datang terlambat atau menu yang dinilai kurang layak. 

Baca Juga: Ejek Korban Keracunan MBG, BGN Berhentikan Karyawan SPPG Bantul

Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi BGN untuk menentukan bagian layanan yang perlu diperbaiki.

Aplikasi tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana pemberian nilai, tetapi juga membantu BGN mendapatkan gambaran mengenai kualitas layanan SPPG dari lapangan secara lebih terukur.

Sekolah dapat menilai sejumlah aspek layanan, seperti ketepatan waktu distribusi serta kelayakan dan kualitas makanan yang diterima peserta didik.

Dengan demikian, BGN berharap dapat memetakan kinerja SPPG di berbagai daerah berdasarkan data yang masuk secara real-time.

Baca Juga: BGN Perketat Pengawasan MBG: Empat SPPG Dihentikan, 10.112 Penerima Dialihkan

Selain melalui aplikasi rating, sekolah yang menemukan layanan yang belum sesuai juga dapat menyampaikan laporan melalui kanal pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan BGN.

Apabila persoalan belum mendapatkan perbaikan, sekolah dapat kembali menyampaikan laporan dengan memberikan tembusan kepada BGN.

Mekanisme ini dimaksudkan agar setiap keluhan tidak berhenti sebagai angka penilaian di aplikasi, melainkan benar-benar ditindaklanjuti hingga tuntas.

Rencana penerapan sistem rating ini mendapat respons positif dari DPR, meskipun ada catatan agar setiap aduan dari sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat tidak berhenti sebagai angka di aplikasi.

Baca Juga: Soroti Kasus MBG di Batang, Yoyok Minta Ada Reward dan Punishment untuk SPPG

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta aplikasi tersebut menyediakan ruang bagi pemberi penilaian untuk mencantumkan catatan atau alasan di balik nilai yang diberikan.

Hal ini dinilai penting agar evaluasi yang dilakukan BGN lebih berbasis pada bukti dan konteks lapangan.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan sistem rating tersebut dirancang agar BGN memperoleh umpan balik langsung dari sekolah terkait pelaksanaan MBG di lapangan, mulai dari kualitas menu hingga ketepatan waktu pengiriman.

Baca Juga: QRIS Cross Border Hadir di Hong Kong dan Timor Leste, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

Ia mengibaratkan aplikasi ini seperti layanan rating pada aplikasi ojek online atau pesan-antar makanan, di mana pengguna dapat memberi bintang dan catatan terhadap penyedia layanan.

Saat ini, BGN juga tengah mengembangkan aplikasi kurir MBG untuk memantau proses pengiriman makanan ke sekolah, termasuk saat serah terima. 

Adanya aplikasi rating MBG, BGN menargetkan peningkatan akuntabilitas dan kualitas layanan SPPG di seluruh Indonesia.

Sekolah diminta tidak segan melaporkan SPPG yang bermasalah agar perbaikan dapat segera dilakukan.

Langkah ini diharapkan membuat Program Makan Bergizi Gratis semakin tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai standar gizi yang ditetapkan. (*) 

Editor : Ali Mustofa
aplikasi rating mbg SPPG BGN Mbg badan gizi nasional