20 Jenis Melik Kelahiran dalam Budaya Hindu Bali, Ada Tiba Sampir hingga Buncing

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:06 WIB
Ilustrasi kelahiran bayi (Foto: Istock)
Ilustrasi kelahiran bayi (Foto: Istock)

DENPASAR – Tradisi Hindu Bali mengenal istilah Melik Kelahiran, yakni kepercayaan yang mengaitkan kondisi tertentu ketika seseorang lahir maupun susunan kelahiran dalam sebuah keluarga dengan kategori Melik tertentu. Dalam pemahaman tradisional, Melik tidak selalu dimaknai sebagai sesuatu yang buruk, tetapi juga dapat dipandang sebagai keistimewaan yang melekat pada seseorang.

Ida Mpu Putra Yoga Parama Daksa dari Griya Agung Batur Sari, Banjar Gambang, Mengwi, Badung, menjelaskan bahwa Melik memiliki beragam kategori. Menurutnya, setiap bentuk Melik memiliki karakteristik dan pemaknaan tersendiri dalam tradisi.

Ia menekankan bahwa Melik tidak otomatis berarti sesuatu yang negatif. Dalam kepercayaan tersebut, kondisi ini lebih dipandang sebagai anugerah atau keistimewaan yang juga memiliki sisi positif dan kekurangan. Pemaknaannya kemudian dikaitkan dengan karma masing-masing individu.

Salah satu kategori yang dikenal adalah Melik Kelahiran. Jenis ini dikaitkan dengan keadaan seseorang ketika dilahirkan, waktu kelahiran, kondisi tertentu saat persalinan, hingga pola kelahiran dalam keluarga.

Berikut 20 jenis Melik Kelahiran yang dikenal dalam penjelasan tersebut:

  1. Wuku Wayang
    Seseorang yang dilahirkan pada Wuku Wayang termasuk salah satu kategori yang disebut sebagai Melik Kelahiran.

  2. Anak Tunggal
    Anak yang lahir tanpa memiliki saudara kandung juga termasuk salah satu bentuk Melik Kelahiran.

  3. Tiba Sampir
    Kategori ini dikaitkan dengan bayi yang lahir dalam kondisi tali pusar melilit atau berada di sekitar leher.

  4. Tiba Angker
    Tiba Angker merujuk pada kondisi kelahiran tertentu, termasuk bayi yang lahir dengan tali pusar sangat berbelit atau tidak langsung menangis ketika dilahirkan.

  5. Jempina
    Jempina dikaitkan dengan anak yang lahir sebelum waktu kelahiran yang semestinya atau prematur.

  6. Margana
    Melik Margana berkaitan dengan seseorang yang lahir ketika orang tuanya atau keluarganya sedang berada dalam perjalanan.

  7. Wahana
    Kategori ini dikaitkan dengan bayi yang lahir di tengah suasana ramai atau keramaian.

  8. Julungwangi
    Julungwangi merupakan kategori yang dikaitkan dengan seseorang yang lahir ketika matahari mulai terbit.

  9. Julungsungsang
    Jenis ini berkaitan dengan kelahiran yang berlangsung ketika posisi matahari berada di titik puncak atau tengah hari.

  10. Julung Sarab, Julung Macan, atau Julung Caplok
    Ketiga istilah tersebut dikaitkan dengan seseorang yang lahir menjelang matahari terbenam.

  11. Walika
    Walika merupakan kategori Melik yang dalam sumber tersebut dikaitkan dengan seseorang yang memiliki postur tubuh pendek atau kerdil.

  12. Wujil
    Wujil berkaitan dengan seseorang yang memiliki ukuran tubuh sangat kecil atau cebol.

  13. Kembar
    Kategori ini dikaitkan dengan dua anak yang lahir pada hari yang sama.

  14. Buncing atau Dampit
    Buncing atau Dampit merujuk pada kelahiran dua anak dengan jenis kelamin berbeda, yakni laki-laki dan perempuan, pada hari yang sama.

  15. Tawang Gantungan
    Jenis ini berkaitan dengan anak kembar yang lahir dengan jarak waktu satu hari.

  16. Pancoran Apit Telaga
    Kategori ini dikaitkan dengan tiga bersaudara yang memiliki susunan jenis kelamin perempuan, laki-laki, kemudian perempuan.

  17. Telaga Apit Pancoran
    Kebalikan dari susunan sebelumnya, kategori ini merujuk pada tiga bersaudara dengan susunan laki-laki, perempuan, kemudian laki-laki.

  18. Sanan Empeg
    Sanan Empeg berkaitan dengan seorang anak yang kelahirannya berada di antara saudara-saudaranya yang telah meninggal sebelumnya.

  19. Pipilan
    Pipilan dikaitkan dengan keluarga yang memiliki lima anak dengan susunan empat perempuan dan satu laki-laki.

  20. Padangon
    Padangon merupakan kategori yang berkaitan dengan lima bersaudara dengan komposisi empat laki-laki dan satu perempuan.

Beragam istilah tersebut menunjukkan bahwa Melik Kelahiran dalam budaya Hindu Bali memiliki cakupan yang cukup luas. Pemaknaannya tidak hanya berkaitan dengan kondisi bayi ketika lahir, tetapi juga waktu kelahiran dan susunan anggota keluarga.

Dalam tradisi yang dijelaskan Ida Mpu Putra Yoga Parama Daksa, Melik tidak semata-mata ditempatkan sebagai pertanda buruk. Setiap kategori memiliki pemaknaan tersendiri dan dalam keyakinan tersebut dikaitkan dengan perjalanan karma seseorang.

Karena merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya Hindu Bali, pemaknaan terhadap Melik Kelahiran berada dalam konteks adat dan spiritual. Istilah serta tafsirnya dapat dipahami sebagai bagian dari pengetahuan tradisional yang diwariskan dalam masyarakat Bali.

Editor : Mahendra Aditya
Melik Kelahiran jenis Melik Bali ciri-ciri Melik Kelahiran budaya Hindu Bali kepercayaan Hindu Bali