Jenazah Kru Kapal Pembawa 5 Jurnalis Teridentifikasi di Bengkulu, Hanyut 360 KM dari Selat Sunda

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:53 WIB
Jenazah Kru Kapal Pembawa 5 Jurnalis Teridentifikasi di Bengkulu, Hanyut 360 KM dari Selat Sunda
Jenazah Kru Kapal Pembawa 5 Jurnalis Teridentifikasi di Bengkulu, Hanyut 360 KM dari Selat Sunda
 

RADAR KUDUS - Hasil pemeriksaan tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) terhadap jasad pria yang ditemukan di kawasan perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, membuahkan titik terang.
 
Tim kedokteran forensik memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan salah satu dari tiga kru kapal yang dilaporkan hilang misterius bersama lima jurnalis saat melakukan pelayaran liputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, mengonfirmasi validitas hasil identifikasi medis tersebut pada Rabu (23/9/2026).
 
Baca Juga: Uang Kertas Rp100 Ribu Edisi Tanda Tangan Purbaya Jadi Buruan Kolektor Numismatik
 
Kendati keabsahan profil genetik korban telah terverifikasi cocok, pihak otoritas medis dan kepolisian belum merilis secara terperinci nama lengkap kru kapal yang bersangkutan. 
 
Pengumuman identitas resmi korban dijadwalkan akan disampaikan secara transparan kepada publik dan pihak keluarga melalui konferensi pers resmi.

Penemuan jasad tersebut sebelumnya bermula ketika warga lokal di Pulau Enggano menemukan sesosok mayat di pesisir pantai pada Sabtu (12/9/2026).
 
Titik penemuan tersebut berjarak sangat jauh, yakni diperkirakan mencapai kurang lebih 360 kilometer dari lokasi awal terakhirkali kontak kapal terputus di perairan Selat Sunda. 
 
Momen penemuan terjadi sekitar lima hari pasca-rombongan ekspedisi tersebut dinyatakan hilang kontak.

Peristiwa pilu ini bermula dari pelayaran meliput aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau yang membawa rombongan berisi delapan orang.
 
Lima di antaranya merupakan insan pers nasional dan internasional, yakni M Bagus Khoirunnas (Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni yang merupakan wartawan lepas (freelance journalist).
 
Baca Juga: Sudaryono Klaim 60 Persen Penghujat Prabowo di Medsos Adalah Akun Robot Buatan Oligarki Koruptor
 
Sementara tiga orang lainnya merupakan krunavigasi kapal, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakhman
sebagai Anak Buah Kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertindak sebagai pemandu jalan.

Seluruh anggota rombongan dilaporkan hilang tanpa jejak sejak Senin, 7 September 2026, ketika tengah mengarungi lautan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
 
Meskipun operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) skala besar terhadap kedelapan korban telah resmi dihentikan oleh tim gabungan beberapa waktu lalu, keberhasilan identifikasi jasad di Pulau Enggano ini menjadi babak perkembangan terbaru dalam pengungkapan tragedi kecelakaan laut tersebut. (*)
Editor : Mahendra Aditya
Jasad Kru Kapal Selat Sunda Hasil Identifikasi DNA Enggano Jurnalis Hilang Anak Krakatau RS Bhayangkara Banten Forensik Kecelakaan Kapal Liputan Krakatau