PURWOREJO – Kabar duka yang menimpa Indra Kurniawan, pemuda berusia 21 tahun asal Desa Lubanglor, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, ternyata turut membawa kesedihan bagi perusahaan tempatnya bekerja di Jepang.
Ungkapan belasungkawa itu tidak hanya disampaikan melalui perwakilan.
Pimpinan tertinggi perusahaan bahkan datang langsung ke Purworejo untuk menemui keluarga dan memberikan penghormatan terakhir kepada Indra.
Tsuneaki Kubo, Presiden sekaligus CEO Toda Kogyo Corp., tiba di rumah duka pada 11 September 2026. Dalam kunjungannya tersebut, ia didampingi sejumlah perwakilan dari perusahaan.
Kedatangan pimpinan perusahaan asal Jepang itu berkaitan dengan musibah kecelakaan kerja yang menewaskan Indra di pabrik Toda Kogyo Corp. yang berada di Kota Otake, Prefektur Hiroshima, Jepang.
Di rumah duka, Kubo menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga Indra.
Perwakilan perusahaan yang ikut hadir juga memberikan penghormatan kepada almarhum sebelum keluarga melanjutkan proses pemakaman.
Berangkat ke Jepang Sejak 2024
Indra diketahui berada di Jepang sejak Juni 2024. Ia berangkat melalui program Technical Intern Training Program (TITP) untuk mengikuti pelatihan teknis sekaligus bekerja di perusahaan tersebut.
Selama berada di Jepang, Indra menjalani aktivitas kerja di pabrik Toda Kogyo Corp.
Namun, masa kerjanya harus berakhir setelah kecelakaan tragis terjadi pada 2 September 2026.
Peristiwa tersebut berlangsung ketika Indra menjalani shift malam di pabrik.
Saat kecelakaan terjadi, ia disebut sedang bekerja seorang diri dalam proses produksi cat.
Indra mengalami kecelakaan di area mesin mixer yang memiliki ukuran sekitar 1,5 meter, baik dari sisi diameter maupun kedalamannya.
Bagian leher Indra dilaporkan terjepit di dalam mesin hingga mengalami cedera berat.
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima polisi dan petugas darurat Jepang sekitar pukul 22.20 waktu setempat.
Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi. Namun, nyawa Indra tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Pihak kepolisian Jepang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan tersebut dapat terjadi.
Salah satu kendala dalam penyelidikan adalah tidak adanya saksi yang melihat langsung insiden tersebut.
Karena itu, rekaman kamera pengawas turut diperiksa untuk membantu mengungkap kronologi kejadian.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas Indra sebelum kecelakaan serta kondisi di sekitar mesin saat peristiwa berlangsung.
Jenazah Dipulangkan ke Purworejo
Setelah kecelakaan terjadi, proses penanganan jenazah hingga pemulangan ke Indonesia dilakukan melalui koordinasi sejumlah pihak.
Proses tersebut melibatkan KBRI Tokyo, KJRI Osaka, pihak pendamping program Indra, Kichinan Group, IM Japan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, serta dinas ketenagakerjaan terkait.
Jenazah Indra diberangkatkan dari Jepang pada 9 September 2026. Sehari kemudian, jenazah tiba di Indonesia dan selanjutnya dibawa menuju rumah duka di Kabupaten Purworejo.
Tidak lama setelah jenazah sampai di tanah air, pimpinan perusahaan tempat Indra bekerja datang langsung menemui keluarga.
Kehadiran Tsuneaki Kubo pada 11 September 2026 menjadi bentuk penghormatan terakhir dari pihak perusahaan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Peristiwa tersebut juga menjadi bagian dari proses penanganan kecelakaan kerja yang masih terus dikoordinasikan oleh pihak-pihak terkait, sementara penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan di Jepang masih berlangsung.
Editor : Ali Mustofa