Bos Perusahaan Jepang Datang ke Purworejo, Melayat Pekerja Asal Purworejo yang Meninggal

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:26 WIB
Tsuneaki Kubo, Presiden sekaligus CEO Toda Kogyo Corp. asal Jepang, rela terbang ke Purworejo untuk menghadiri pemakaman Indra Kurniawan (21), pemagang asal Purworejo yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Hiroshima.
Tsuneaki Kubo, Presiden sekaligus CEO Toda Kogyo Corp. asal Jepang, rela terbang ke Purworejo untuk menghadiri pemakaman Indra Kurniawan (21), pemagang asal Purworejo yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Hiroshima.

PURWOREJO — Duka atas meninggalnya Indra Kurniawan, 21, pekerja asal Desa Lubanglor, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, turut dirasakan pimpinan perusahaan tempatnya bekerja di Jepang.

Tak sekadar menyampaikan belasungkawa melalui perwakilan, pimpinan tertinggi Toda Kogyo Corp. datang langsung ke rumah duka di Purworejo untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Indra.

Tsuneaki Kubo, Presiden sekaligus CEO Toda Kogyo Corp., tiba di rumah duka pada 11 September 2026. Ia datang didampingi sejumlah perwakilan perusahaan.

Kedatangan pimpinan perusahaan Jepang tersebut menjadi bagian dari rangkaian penanganan setelah Indra meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di pabrik Toda Kogyo Corp. di Kota Otake, Prefektur Hiroshima, Jepang.

Di hadapan keluarga dan para pelayat, Kubo menyampaikan belasungkawa atas kepergian Indra. Perwakilan perusahaan juga memberikan penghormatan terakhir kepada pemuda asal Purworejo tersebut.

Indra berada di Jepang sejak Juni 2024 melalui program Technical Intern Training Program (TITP). Pemuda berusia 21 tahun itu menjalani program pemagangan teknis sekaligus bekerja di perusahaan tersebut.

Namun, perjalanan Indra di Jepang berakhir tragis. Pada 2 September 2026, ia mengalami kecelakaan ketika menjalani shift malam di pabrik Toda Kogyo Corp.

Saat kejadian, Indra sedang bekerja seorang diri dalam proses produksi cat. Ia mengalami kecelakaan di sekitar mesin mixer berukuran sekitar 1,5 meter untuk diameter dan kedalamannya.

Bagian leher Indra dilaporkan terjepit di dalam mesin hingga mengalami luka parah. Polisi dan petugas darurat menerima laporan sekitar pukul 22.20 waktu Jepang. Indra kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Polisi Jepang masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian. Rekaman kamera pengawas juga diperiksa untuk mengetahui bagaimana kecelakaan itu terjadi.

Jenazah Dipulangkan

Setelah kejadian, proses penanganan dan pemulangan jenazah dilakukan melalui koordinasi sejumlah pihak.

Di antaranya KBRI Tokyo, KJRI Osaka, pihak yang mendampingi program Indra, Kichinan Group, IM Japan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, serta dinas ketenagakerjaan terkait.

Jenazah Indra diberangkatkan dari Jepang pada 9 September dan tiba di Indonesia pada 10 September 2026. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka di Purworejo.

Dua hari setelah jenazah tiba di tanah air, pimpinan perusahaan dari Jepang datang langsung ke rumah duka.

Kedatangan Tsuneaki Kubo menjadi bentuk penghormatan terakhir dari pihak perusahaan kepada Indra sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kunjungan tersebut juga menunjukkan bahwa proses penanganan kecelakaan tidak berhenti setelah jenazah dipulangkan. Pihak-pihak terkait masih berkoordinasi mengenai peristiwa yang merenggut nyawa pemuda asal Purworejo tersebut.

Editor : Ali Mustofa
Tsuneaki Kubo jenazah kbri tokyo jepang purworejo