Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Kemenkeu, Tekankan Pemahaman Ekonomi dan Perpajakan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:53 WIB
Suahasil Nazara mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (BPMI Setpres)
Suahasil Nazara mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (BPMI Setpres)

RADAR KUDUS – Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (21/9/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan penempatan pejabat di lingkungan Kemenkeu.

Dari 14 pejabat yang dilantik, sejumlah pejabat ditempatkan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta unit lainnya.

Dalam arahannya, Suahasil meminta para pejabat baru, khususnya yang berada di sektor perpajakan, mampu membaca perkembangan ekonomi nasional sekaligus memahami karakter dan perilaku wajib pajak.

Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar kebijakan dan keputusan di bidang perpajakan dapat disusun secara tepat sesuai kondisi perekonomian.

“Kita membutuhkan Direktorat Jenderal Pajak yang mampu membaca perekonomian Indonesia, memahami perilaku wajib pajak, dan menerjemahkannya menjadi keputusan yang tepat,” ujar Suahasil dalam pelantikan di Jakarta, Senin (21/9).

Ia juga menekankan pentingnya penerimaan perpajakan bagi keberlangsungan keuangan negara. Karena itu, pengelolaan perpajakan diharapkan terus diarahkan pada sistem yang kredibel, adil, dan dapat mendukung pembiayaan negara secara berkelanjutan.

Pesan serupa disampaikan kepada pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Suahasil meminta APBN tidak hanya dipandang sebagai instrumen administrasi keuangan, tetapi juga sebagai salah satu alat untuk mendukung aktivitas perekonomian.

Pengelolaan kas negara, menurutnya, perlu dilakukan secara semakin tepat dan presisi. Dengan begitu, belanja pemerintah dapat disalurkan pada waktu yang sesuai, menjaga momentum perekonomian, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Untuk para pejabat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, saya ingin saudara melihat APBN sebagai instrumen, instrumen kas, instrumen anggaran yang ikut menggerakkan perekonomian,” kata Suahasil.

Suahasil menjelaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan yang telah dilakukan sebelumnya.

Beberapa pejabat yang seharusnya mengikuti pelantikan sebelumnya belum dapat hadir karena berbagai alasan. Oleh sebab itu, pengisian dan penempatan jabatan kembali disempurnakan melalui pelantikan kali ini.

“Pada hari ini adalah pelantikan yang melanjutkan penyempurnaan dari penunjukan yang lalu. Telah dilakukan penyempurnaan pengisian pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan,” ujar Suahasil.

Secara keseluruhan, terdapat 14 pejabat yang dilantik dalam agenda tersebut. Mereka terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenkeu serta pejabat pada Sekretariat KSSK.

Untuk lingkungan DJP, terdapat empat pejabat yang dilantik, termasuk Sekti Widihartanto sebagai Kepala Kantor Wilayah DJP Daerah Istimewa Yogyakarta, Ihsan Priyawibawa sebagai Kepala Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta Ani Natalia sebagai Kepala Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan dan penyempurnaan struktur organisasi Kementerian Keuangan, sekaligus pengisian sejumlah posisi melalui proses promosi dan mutasi.

Editor : Ali Mustofa
Suahasil Nazara kemenkeu kementerian keuangan perpajakan menteri keuangan