RADAR KUDUS - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi mengajukan usulan alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun khusus untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, dari total nilai yang diajukan tersebut, Komisi IX DPR RI hanya menyetujui pagu anggaran sebesar Rp509 miliar.
Baca Juga: Menikah dengan Amanda Rigby, Andre Taulany Pilih Mahar Rp20.092.026, Ternyata Ini Artinya
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengonfirmasi keputusan pemangkasan anggaran tersebut saat ditemui usai melakukan rapat kerja bersama jajaran legislatif di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026).
Ia membeberkan bahwa angka yang disetujui DPR merupakan porsi penyesuaian dari hasil pembahasan bersama.
"Jadi kesimpulannya yang Rp509 miliar yang diberikan pengawalan Badan POM itu adalah memang hasil dari pengajuan kami, tapi tidak 100 persen disetujui," ujar Taruna Ikrar memberikan penjelasan di hadapan awak media.
Kendati dukungan finansial yang dialokasikan berada di bawah estimasi kebutuhan awal, Taruna Ikrar memastikan bahwa BPOM tidak akan menyurutkan langkah dalam mengawal standar keamanan serta kualitas mutu pangan pada program MBG.
Pihaknya menegaskan komitmen penuh untuk mengerahkan seluruh kapasitas teknis yang dimiliki demi melindungi keselamatan para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.
Ia menerangkan bahwa BPOM memegang peran vital serta kompetensi mendasar dalam rantai pengawasan pangan nasional.
Baca Juga: Resmi Nikahi Amanda Rigby, Andre Taulany Beri Mahar Rp20.092.026 dan Gelar Akad Adat Jawa
Lingkup kerja tersebut mencakup upaya pencegahan dini, pemantauan prevalensi, pelaksanaan surveilans kesehatan secara berkala, hingga tindakan investigasi mendalam terhadap penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) bilamana terjadi insiden keracunan makanan di lapangan.
Taruna Ikrar menegaskan bahwa fungsi pengawasan terhadap keselamatan pangan merupakan amanat konstitusi yang wajib dilaksanakan dalam kondisi apa pun.
"Ada anggaran, tidak ada anggaran, kami akan dukung penuh program Makan Bergizi Gratis," tegas Kepala BPOM menutup keterangannya. (*)