SEMARANG – Rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang resmi berakhir.
Jawa Tengah tidak hanya mencatat keberhasilan dalam penyelenggaraan sebagai tuan rumah, tetapi juga menorehkan peningkatan prestasi dengan berhasil finis di posisi juara II atau runner up.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, hasil itu menjadi lompatan besar jika dibandingkan dengan posisi Jawa Tengah pada MTQ Nasional sebelumnya.
“Alhamdulillah. Jawa Tengah sukses. Dari peringkat 16 menjadi peringkat dua nasional. Ini usaha yang luar biasa sekali,” kata Luthfi seusai penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.
Luthfi menyebut peningkatan prestasi tersebut tidak lepas dari persiapan yang dilakukan secara serius terhadap para anggota kafilah Jawa Tengah.
Pembinaan dilakukan dengan mengasramakan para peserta, memberikan pelatihan, hingga membekali mereka dengan berbagai materi yang dibutuhkan sebelum mengikuti perlombaan.
Persiapan tersebut dilakukan di bawah pembinaan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah.
“Jadi, kemarin kafilah Jawa Tengah sudah kami asramakan, kami latih, dan kasih materi, karena kami serius menyiapkan mereka agar sukses,” jelas Luthfi yang didampingi Taj Yasin.
Menurutnya, hasil yang diperoleh menjadi gambaran bahwa proses pembinaan dan persiapan yang dilakukan memberikan dampak terhadap prestasi kafilah Jawa Tengah.
Selain menyampaikan rasa syukur atas prestasi kafilah, Luthfi juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah mempercayakan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan, termasuk Pemerintah Kota Semarang serta pemerintah kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
“Saya mewakili masyarakat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih. Ini kolaborasi provinsi dengan Kota Semarang dan kabupaten/kota lain,” ujarnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memberikan apresiasi atas capaian Jawa Tengah yang berhasil menduduki posisi runner up.
Ia menilai peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam pembinaan tilawah dan cabang-cabang MTQ di Jawa Tengah.
Pada penyelenggaraan sebelumnya di Kalimantan Timur, kafilah Jawa Tengah berada di posisi ke-16. Kini, posisi tersebut meningkat menjadi peringkat kedua nasional.
“Ini suatu bukti bahwa di mana ada usaha, di situ pasti ada hasil. Di mana ada perjuangan, di situ ada janji yang sangat disimpan,” kata Nasaruddin.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan yang dilakukan LPTQ Jawa Tengah berjalan dengan baik.
Tidak hanya prestasi kafilah, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah juga mendapat apresiasi dari Menteri Agama.
Nasaruddin menilai salah satu hal yang patut diapresiasi adalah tidak munculnya isu maupun protes terkait penyelenggaraan perlombaan dan kinerja dewan hakim selama pelaksanaan MTQ.
Ia juga menyoroti banyaknya cabang dan kategori yang diperlombakan dalam ajang tersebut. Salah satunya adalah kategori kaligrafi yang memanfaatkan teknologi informasi.
“Selamat untuk perhelatan MTQ Nasional yang luar biasa ini. Saya kira pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah langsung hilang capeknya, karena ada prestasi yang luar biasa,” katanya.
Nasaruddin berharap berbagai pengalaman dan inovasi yang dilakukan Jawa Tengah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah yang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional berikutnya.
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXII pada tahun depan akan berlangsung di DKI Jakarta. Ia berharap kesuksesan pelaksanaan di Jawa Tengah dapat diteruskan oleh tuan rumah berikutnya.
Nasaruddin juga mendorong Jawa Tengah untuk mempertahankan capaian tersebut dan terus meningkatkan prestasinya pada penyelenggaraan mendatang.
Pada MTQ Nasional XXXI, posisi juara umum diraih oleh Kalimantan Timur.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar karena memiliki banyak pesantren dan sumber daya peserta yang berpeluang berprestasi dalam berbagai cabang MTQ.
“Khususnya Kota Semarang yang mendapatkan rekor MURI. Ini menjadi contoh untuk provinsi lain siapapun yang menjadi penyelenggara MTQ Nasional,” jelasnya.
Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah meninggalkan dua catatan penting sekaligus, yakni keberhasilan menjadi tuan rumah dan peningkatan prestasi kafilah dari posisi ke-16 menjadi runner up nasional.
Editor : Ali Mustofa