K.H. Hasan Abdullah Sahal lahir di Desa Gontor, Ponorogo, pada 24 Mei 1947. Ia merupakan putra keenam dari K.H. Ahmad Sahal dan Hj. Sutichah Sahal. K.H. Ahmad Sahal merupakan salah satu dari tiga Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, bersama K.H. Zainuddin Fananie dan K.H. Imam Zarkasyi.
K.H. Ahmad Sahal dan Hj. Sutichah Sahal dikaruniai sembilan putra dan putri. Hasan Abdullah Sahal merupakan anak keenam. Saudara-saudaranya antara lain Drs. H. Ali Saifullah, Ir. Moh. Ghozi, Siti Arsiyah Zaini, Dra. Ruqoyyah Fathurrahman, Siti Utami Bakri, Dra. Aminah Mukhtar, H. Ahmad Tauhid Sahal, dan Drs. Imam Budiono. Beberapa di antara mereka juga memiliki kiprah di bidang pendidikan dan pesantren.
Latar keluarga tersebut membuat Hasan Abdullah Sahal tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan dunia pendidikan Islam dan pesantren. Keluarga K.H. Ahmad Sahal memiliki hubungan erat dengan perjalanan awal dan perkembangan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam kehidupan rumah tangga, K.H. Hasan Abdullah Sahal menikah dengan Hj. Siti Abidah Mufarichah. Keduanya menikah pada 11 November 1977. Pada 2017, keluarga besar Gontor memperingati 40 tahun usia pernikahan mereka bersamaan dengan peringatan usia Kiai Hasan yang ke-70.
Dari pernikahan tersebut, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Hj. Siti Abidah Mufarichah dikaruniai beberapa putra dan putri. Salah satu yang tercatat dalam publikasi resmi Gontor adalah Alfi Radhia Lilla, putri kelima Kiai Hasan, yang menikah dengan Fathurachman Dzufadli, seorang alumni Gontor tahun 2008, pada November 2017.
Gontor juga pernah mencatat perjalanan keluarga Kiai Hasan ketika beliau melakukan kunjungan dakwah ke Jepang pada 2014. Dalam perjalanan tersebut, ia didampingi istrinya dan putra sulungnya, Ustadz Haekal Yanuarshah Ibadillah.
Kehidupan keluarganya juga tetap bersinggungan erat dengan dunia pesantren. Pada 2018, keluarga Kiai Hasan menggelar walimah akikah untuk cucunya, Razan Ahidah Fahda, putri pertama pasangan Fathurachman dan Alfi Radhia Lilla. Dalam kesempatan tersebut, nama sang cucu disebut merupakan pemberian Kiai Hasan.
Dengan demikian, keluarga K.H. Hasan Abdullah Sahal tidak dapat dipisahkan dari lingkungan pendidikan dan pesantren Gontor. Ia merupakan bagian dari keluarga pendiri Gontor, kemudian mengabdikan sebagian besar hidupnya sebagai pendidik dan pimpinan pondok. Hubungan keluarga, pendidikan, dan pengabdian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya di Gontor.
Editor : Zainal Abidin RK