Semi Final MTQ Nasional 2026 Tantang Kafilah Gali Gagasan Ecotheology

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:54 WIB
SERIUS: Suasana lomba Majelis Karya Tulis Ilmiah Alqur’an (MKTIQ) di MTQ Nasional 2026 XXXI Jawa Tengah di Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jateng kemarin. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)
SERIUS: Suasana lomba Majelis Karya Tulis Ilmiah Alqur’an (MKTIQ) di MTQ Nasional 2026 XXXI Jawa Tengah di Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jateng kemarin. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR KUDUS)

SEMARANG – Sebanyak 12 peserta dari delapan provinsi melaju ke babak semifinal Majelis Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (MKTIQ) dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah.

Babak semifinal tersebut berlangsung di Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah, Semarang, kemarin.

Pada tahap ini, para kafilah mendapat tantangan mengembangkan gagasan dengan tema "Ecotheology".

Mereka diminta menguraikan persoalan lingkungan dengan mengaitkannya pada ayat-ayat Al-Qur'an atau Kalamullah.

Salah satu peserta dari Aceh, Fathassururi, menganggap tema tersebut menarik sekaligus menantang.

Menurutnya, persoalan lingkungan di Indonesia sangat beragam sehingga peserta harus mampu menentukan isu yang paling relevan untuk kemudian menawarkan gagasan penyelesaian.

"Saya pribadi tantangannya itu menentukan permasalahan yang harus kita selesaikan saat ini. Karena dengan begitu banyak kasus, gagasan seperti apa yang harus saya berikan," ujarnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Fathassururi tetap optimistis dapat memberikan hasil terbaik.

Terlebih, keikutsertaannya tahun ini menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya kafilah Aceh berhasil menembus babak semifinal MKTIQ.

"Saya sangat bersyukur. Insya Allah memperoleh hasil terbaik," harapnya.

Tema Sesuai Bidang Studi

Pengalaman serupa disampaikan peserta asal Banten, Silvani Rizki Amalia.

Persiapan menuju semifinal harus dilakukan dalam waktu relatif terbatas karena dirinya juga tengah menyelesaikan pendidikan doktoral.

Namun, tema yang diberikan pada semifinal justru cukup dekat dengan bidang yang selama ini dipelajarinya.

Karena itu, Silvani mengaku lebih percaya diri menghadapi tantangan tersebut.

"Ini tema yang saya banget. Di ecotheology, ketika kita menjelaskan suatu problematika atau paradoks, sudah terbayang mau angkat apa," jelasnya.

Menurut Silvani, tantangan lebih besar justru dirasakannya ketika mengikuti babak penyisihan.

Saat itu, peserta mendapatkan tema tentang kerukunan yang tidak terlalu berkaitan dengan bidang kajiannya.

Selain materi perlombaan, Silvani dan Fathassururi memberikan apresiasi terhadap pelayanan panitia MTQ Nasional. Keduanya menilai kebutuhan peserta selama kompetisi, mulai dari akomodasi, akses materi, hingga konsumsi, telah disiapkan dengan baik.

Delapan Provinsi Bersaing

Penanggung jawab Majelis KTIQ, Rondiyah, menjelaskan bahwa 12 peserta semifinal berasal dari delapan provinsi.

Mereka mewakili Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Berbeda dengan babak penyisihan, peserta semifinal mendapatkan waktu delapan jam untuk menyelesaikan karya.

Durasi tersebut satu jam lebih singkat dibandingkan tahap sebelumnya yang memberikan waktu sembilan jam.

Setelah tahapan perlombaan selesai, proses penjurian dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya. Sementara babak final dijadwalkan digelar pada Jumat (18/9).

Rondiyah menjelaskan, tema Ecotheology diarahkan untuk menggali hubungan antara nilai-nilai Al-Qur'an dengan persoalan lingkungan serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah menyampaikan bahwa pelaksanaan musabaqah tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur'an.

Menurutnya, MTQ juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat pesan kedamaian, kebersamaan, kolaborasi, dan penghargaan terhadap keberagaman.

"Di Jawa Tengah akan dipancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia dan dunia. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi tuan rumah. Selamat datang dan selamat bermusabaqah," kata Luthfi.

Editor : Ali Mustofa
MTQ Nasional 2026 Ecotheology MTQ Nasional XXXI Jawa Tengah Majelis Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an Kafilah MTQ 2026