Komitmen Tingkatkan Pelayanan, Jateng Raih Penghargaan Layanan Investasi

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:47 WIB
SELAMAT: Jawa Tengah menempati peringkat ketiga, setelah Maluku Utara dan Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara ALI 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
SELAMAT: Jawa Tengah menempati peringkat ketiga, setelah Maluku Utara dan Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara ALI 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas pelayanan investasinya. Dalam ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026, Jateng meraih penghargaan sebagai salah satu provinsi dengan layanan investasi terbaik di Indonesia.

Jawa Tengah menempati peringkat ketiga, setelah Maluku Utara dan Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara ALI 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Luthfi menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), bersama dukungan berbagai stakeholder.

Menurutnya, penghargaan itu menjadi dorongan bagi Pemprov Jateng untuk terus memperbaiki pelayanan investasi dan perizinan agar semakin cepat, mudah, serta memberikan pelayanan prima kepada calon investor.

“Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk investasi adalah adanya perizinan yang cepat, mudah, dan pelayanan prima,” ujarnya.

Luthfi juga meminta jajarannya terus meningkatkan kualitas pelayanan. Petugas diminta aktif melakukan jemput bola, memberikan pelayanan dengan ramah, serta menggali kebutuhan dan kendala yang dihadapi calon investor.

Upaya tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan investasi di Jawa Tengah. Berdasarkan data, realisasi investasi Jateng pada semester I 2026 mencapai Rp59,94 triliun.

Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp25,92 triliun atau 53,40 persen, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp22,62 triliun atau 46,60 persen, serta investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebesar Rp11,40 triliun.

Investasi tersebut berasal dari 55.989 proyek dan mampu menyerap 213.217 tenaga kerja.

Luthfi mengatakan, investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, memperkuat perekonomian daerah, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita,” katanya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Roslan Roeslani mengatakan, kualitas layanan investasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun iklim investasi nasional.

Pelayanan yang baik, menurutnya, diperlukan untuk menarik investasi domestik maupun asing sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja.

“Investasi adalah salah satu program yang membuat lapangan pekerjaan tercipta dan berjalan baik. Terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang sudah membantu meningkatkan investasi dan industri,” ujarnya.

Roslan menambahkan, layanan investasi yang terukur dan terstruktur dapat memberikan kepastian bagi investor, baik dari sisi waktu maupun proses pelayanan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk bekerja cepat dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian. Indonesia, kata dia, juga harus mampu bersaing dengan negara-negara tetangga dalam menarik investasi.

Selain Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten Semarang turut menerima penghargaan dalam kategori layanan investasi. Sementara Kabupaten Karanganyar berhasil masuk nominasi enam besar pada kategori yang sama.

Editor : Zainal Abidin RK
ALI 2026 Ahmad Luthfi investasi pelayanan