Persaingan Makin Ketat! 13 Tim Adu Kemampuan di Syarhil Quran MTQ Nasional di Semarang

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:24 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat pembukaan MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Semarang
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat pembukaan MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Semarang

SEMARANG - Persaingan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Nasional di Provinsi Jawa Tengah semakin semarak.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, sebanyak 13 tim mengikuti babak penyisihan cabang Musabaqah Syarhil Quran pada Senin (14/9/2026).

Kompetisi yang mengandalkan kemampuan beregu tersebut berlangsung di Gedung Prof. Sudarto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Masing-masing tim berupaya menampilkan kemampuan terbaik untuk meraih tiket menuju babak berikutnya.

Penanggung Jawab Majelis 9 MTQ ke-XXXI Tingkat Nasional Cabang Syarhil Quran, Juair, menjelaskan bahwa Syarhil Quran merupakan salah satu cabang yang dilombakan secara berkelompok.

Setiap regu terdiri atas tiga peserta yang dituntut mampu menampilkan materi secara terpadu.

Selain kemampuan individu, kekompakan antaranggota menjadi salah satu hal penting dalam penampilan.

Pada tahap penyisihan, penampilan para peserta dinilai oleh delapan orang dewan hakim.

Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah ketika kompetisi memasuki babak final, menyesuaikan kebutuhan di lokasi perlombaan.

“Iya, untuk babak penyisihan ini ada delapan dewan hakim. Namun bisa bertambah saat babak final bergantung pada kebutuhan di tempat lomba,” jelas Juair.

Pelaksanaan Syarhil Quran tidak hanya menarik perhatian para peserta dari berbagai daerah.

Suasana perlombaan juga diramaikan ratusan penonton yang datang untuk menyaksikan langsung jalannya kompetisi.

Penonton berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar sekolah, siswa madrasah, hingga para santri pondok pesantren.

Antusiasme tersebut menjadi bagian dari semarak MTQ Nasional XXXI yang tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana syiar dan edukasi Alquran kepada masyarakat.

Juair berharap penampilan para peserta dalam cabang Syarhil Quran dapat memberikan inspirasi, khususnya kepada generasi muda.

Menurutnya, materi yang disampaikan dalam perlombaan memiliki pesan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, bisa menginspirasi anak-anak muda untuk bisa mengamalkan Alquran, karena lomba ini kaya akan makna,” tuturnya.

Melalui rangkaian MTQ Nasional XXXI, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari, memahami, sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

Editor : Ali Mustofa
Syarhil Quran lokasi perlombaan semarak mtq nasional MTQ nasional jawa tengah