JAKARTA – Suahasil Nazara resmi dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kementerian Keuangan sebagai Menteri Keuangan yang baru. Ia dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penunjukan tersebut membawa kembali sosok yang sudah lama berkecimpung di Kementerian Keuangan ke posisi strategis pengelola keuangan negara. Sebelum menjadi menteri, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia juga pernah mendampingi Sri Mulyani Indrawati ketika masih menjabat Menteri Keuangan.
Suahasil lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Latar belakang pendidikannya kuat di bidang ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994, kemudian melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science pada 1997.
Pendidikan akademiknya berlanjut ke University of Illinois at Urbana-Champaign. Di universitas tersebut, Suahasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang ekonomi pada 2003.
Baca Juga: Daftar Lengkap Susunan Terbaru Kabinet Prabowo-Gibran: Suahasil Nazara Gantikan Purbaya jadi Menkeu
Sebelum masuk lebih jauh ke pemerintahan, Suahasil membangun karier sebagai akademisi. Ia mulai menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Pada 2009, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi. Universitas Indonesia juga mencatat Suahasil sebagai salah satu guru besar di bidang ekonomi.
Di lingkungan FEB UI, sejumlah posisi pernah dipercayakan kepadanya. Suahasil antara lain menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005-2008, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.
Pengalaman Suahasil kemudian meluas ke ranah kebijakan publik. Ia pernah terlibat sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011. Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah pada 2009-2015.
Selain itu, Suahasil pernah menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2010-2015. Pada 2013-2014, ia juga menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional. Rangkaian pengalaman tersebut mempertemukannya dengan berbagai persoalan kebijakan ekonomi dan fiskal di tingkat nasional.
Kariernya di Kementerian Keuangan semakin menonjol ketika Suahasil mendapat tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada Februari 2015. Ia kemudian dilantik secara definitif sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 31 Oktober 2016. Data resmi Kementerian Keuangan mencatat posisi tersebut sebagai salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya di pemerintahan.
Pada 25 Oktober 2019, Suahasil ditunjuk menjadi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju. Dari posisi tersebut, ia berperan mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan serta pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.
Pengalaman tersebut berlanjut ketika Suahasil kembali dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam kapasitasnya sebagai Wamenkeu, ia masih aktif menyampaikan kebijakan pemerintah terkait fiskal dan perekonomian hingga sebelum ditunjuk sebagai Menteri Keuangan.
Pada Agustus 2026, misalnya, Suahasil menyampaikan pandangan pemerintah mengenai target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2027. Kementerian Keuangan mencatat ia menekankan optimisme pemerintah terhadap target pertumbuhan ekonomi 6 persen serta pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran.
Ia juga terlibat dalam pembahasan mengenai ketahanan fiskal. Dalam agenda kebijakan fiskal pada Mei 2026, Suahasil menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran secara prudent di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kini, pengalaman panjang tersebut menjadi bekal Suahasil dalam menjalankan tugas barunya sebagai Menteri Keuangan. Dengan latar belakang akademik, pengalaman di Badan Kebijakan Fiskal, serta masa panjang sebagai Wakil Menteri Keuangan, Suahasil memasuki posisi puncak di Kementerian Keuangan setelah lebih dari satu dekade berkarier dalam perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal.
Editor : Mahendra Aditya