Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:50 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter
 
RADAR KUDUS - Ketegangan geopolitik yang terus bergolak di kawasan Timur Tengah berimbas signifikan terhadap pasar energi global dan membayangi harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
 
Jika lonjakan harga minyak mentah dunia tak kunjung mereda, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax berpotensi merangkak naik hingga menyentuh kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa konflik yang memanas di Selat Hormuz memberikan dampak yang sangat krusial terhadap stabilitas ketersediaan energi serta pergerakan harga minyak mentah dunia.
 
Baca Juga: Pajak Kontrakan Vs Pajak Kos-Kosan, Pilih yang Mana ?
 
Menurutnya, eskalasi di jalur pelayaran vital tersebut memberikan tekanan ekonomi yang jauh lebih berat dibandingkan dampak awal konflik Rusia-Ukraina beberapa waktu lalu.

"Ini salah satu yang terberat yang harus kita hadapi. Adanya perang di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, dampaknya sangat terasa secara global.
 
Selain memengaruhi ketersediaan energi dunia, harga minyak saat ini masih sangat fluktuatif dan belum stabil," ujar Eko saat ditemui di Terminal BBM Rewulu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (11/9/2026).

Lonjakan harga ini terkonfirmasi setelah minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan lebih dari 6 persen hingga menembus ambang batas 100 dolar AS per barel pada perdagangan Jumat (11/9/2026) pagi WIB.
 
Angka tersebut melampaui rentang harga normal sebelum krisis geopolitik yang berada di kisaran 60 hingga 70 dolar AS per barel.
 
Baca Juga: Klasemen Liga Indonesia Terbaru: Bali United di Puncak, Persija dan Madura United Tempel Ketat

Eko menegaskan bahwa fluktuasi harga internasional akan secara langsung memengaruhi penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi di tanah air.
 
Apabila tren kenaikan pasar global berlanjut tanpa ada indikasi penurunan dalam waktu dekat, maka penyesuaian tarif menjadi opsi yang tak terhindarkan. 
 
Pihaknya terus memantau dinamika pasokan serta pergerakan harga minyak mentah internasional seraya berharap krisis geopolitik dapat segera mereda agar beban sektor energi global kembali normal. (*)
Editor : Ali Mustofa
konflik Selat Hormuz Pertamax Rp20 Ribu Eko Ricky Susanto harga minyak dunia Pertamina Patra Niaga