SEMARANG - Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9), berlangsung semarak.
Gelaran nasional tersebut tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi 2.242 kafilah dari 37 provinsi, tetapi juga membawa pesan tentang kedamaian, persatuan, kebersamaan, dan keberagaman.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang diharapkan mampu membawa semangat kedamaian tidak hanya bagi masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga menyebar ke seluruh Indonesia hingga dunia.
“MTQ di Kota Semarang, Jawa Tengah, ini untuk memancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia dan dunia,” kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Luthfi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
Menurutnya, MTQ tidak seharusnya dipandang sebatas perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat dari berbagai daerah, agama, serta latar belakang.
Kehadiran sejumlah kepala daerah dengan latar belakang yang beragam, menurut Luthfi, menjadi salah satu gambaran bahwa MTQ dapat menjadi momentum kebersamaan seluruh masyarakat Indonesia.
“Di tengah-tengah kita ada pimpinan daerah yang mempunyai latar belakang berbeda. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Kemegahan pembukaan MTQ Nasional XXXI turut terlihat dari kehadiran sejumlah kepala daerah. Sebanyak 14 gubernur hadir dalam kegiatan tersebut.
Mereka antara lain Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Jambi Al Haris, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Selain itu, tujuh wakil gubernur juga turut menghadiri pembukaan. Mereka yakni Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Sebanyak 2.242 peserta akan mengikuti rangkaian perlombaan yang terdiri atas delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah. Kompetisi tersebut berlangsung hingga 20 September 2026.
Luthfi menegaskan, MTQ tidak semata-mata mengejar predikat juara. Menurutnya, seluruh peserta telah memiliki nilai kemenangan karena mereka datang untuk membaca sekaligus mengamalkan Al-Qur’an.
“MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apa pun, termasuk sekadar juara. Saya meyakini seluruh peserta adalah juara karena telah membaca dan mengamalkan Alquran,” ujarnya.
Selain membawa misi keagamaan dan kebersamaan, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI juga memberikan dampak terhadap sektor ekonomi.
Kehadiran ribuan kafilah, kepala daerah, pendamping, dan masyarakat dari berbagai wilayah diyakini ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di Semarang dan Jawa Tengah.
Setiap daerah juga membawa produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dipamerkan selama rangkaian MTQ berlangsung hingga 20 September 2026.
Luthfi memperkirakan perputaran ekonomi selama pelaksanaan MTQ Nasional dapat mendekati Rp1,2 triliun.
“Implikasinya bukan cuma untuk UMKM Jawa Tengah, tapi seluruh provinsi, karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp1,2 triliun perputaran ekonomi selama MTQ Nasional ini,” kata Luthfi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung meriah.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran lebih luas dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas sekaligus memiliki akhlak yang baik.
Pratikno juga menilai MTQ menjadi kesempatan bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk saling mengenal. Meski terdapat kompetisi dalam berbagai cabang, nilai silaturahmi dan persatuan dinilai jauh lebih penting.
“Ini juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding, iya, tetapi yang paling utama justru saling mengenal dan bersatu,” katanya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyebut pelaksanaan MTQ Nasional XXXI kali ini berlangsung dengan kemeriahan yang luar biasa. Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga diisi seminar yang diikuti hampir 5.000 peserta serta pameran produk UMKM.
Ia melihat antusiasme masyarakat Jawa Tengah terhadap Al-Qur’an menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan MTQ semakin semarak.
Menariknya, terdapat sejumlah pengembangan dalam cabang perlombaan tahun ini. Salah satunya adalah cabang kaligrafi digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Pada MTQ Nasional ini ada penambahan cabang lomba, termasuk kaligrafi digital yang melibatkan AI. Lokasinya juga lebih terkonsentrasi antar-venue,” ungkap Nasaruddin.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berharap MTQ Nasional XXXI dapat menjadi momentum untuk menghadirkan cahaya, kedamaian, dan harmoni dalam perjalanan menuju Indonesia Emas yang berkeadilan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap sambutan masyarakat Jawa Tengah selama berada di Semarang.
Selain keramahan warga, Sherly mengaku terkesan dengan beragam kuliner khas Jawa Tengah yang menurutnya lezat sekaligus relatif terjangkau.
Dengan rangkaian perlombaan, seminar, pameran UMKM, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya, MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan tidak hanya meninggalkan prestasi di bidang tilawatil Qur’an.
Tetapi juga memperkuat persaudaraan, memperluas silaturahmi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Editor : Ali Mustofa