MTQ Nasional 2026 di Jateng Jadi Etalase UMKM dari 35 Provinsi

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:18 WIB
BERI SEMANGAT: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Nasarudin Umar menyebut MTQ di Indonesia telah berkembang jauh melampaui perlombaan, bahkan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat dari tingkat paling bawah hingga nasional.
BERI SEMANGAT: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Nasarudin Umar menyebut MTQ di Indonesia telah berkembang jauh melampaui perlombaan, bahkan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat dari tingkat paling bawah hingga nasional.

SEMARANG – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan. Perhelatan nasional tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 35 provinsi mendapat kesempatan menghadirkan dan memasarkan produk unggulan daerah masing-masing melalui pameran UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu (12/9/2026) di Gama Plaza, Lapangan Parkir Eks E Plaza, Kota Semarang.

Puluhan stan UMKM dari berbagai daerah akan mengisi area pameran. Produk yang ditampilkan dibawa oleh rombongan peserta MTQ dari masing-masing provinsi sehingga menjadi semacam etalase keberagaman produk lokal dari berbagai penjuru Nusantara.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, keterlibatan UMKM dari berbagai provinsi merupakan bentuk keterbukaan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional. Menurutnya, kedatangan peserta dan tamu dari seluruh Indonesia harus menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, termasuk sektor UMKM.

“Kita enggak pengin maju sendiri. Kita juga pengin mengenalkan UMKM yang ada di seluruh Nusantara ini,” ujar Taj Yasin seusai menghadiri Malam Taaruf MTQ Nasional XXXI di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).

Taj Yasin yang juga menjabat Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah menjelaskan, bazar UMKM menjadi salah satu agenda pendukung dalam rangkaian MTQ Nasional. Para pelaku usaha dari berbagai provinsi dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan sekaligus menawarkan produk unggulannya kepada masyarakat.

Dengan konsep tersebut, MTQ Nasional di Semarang tidak hanya mempertemukan peserta dalam kompetisi Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang interaksi ekonomi dan promosi produk lokal antardaerah.

Menurut Taj Yasin, kehadiran UMKM dari 35 provinsi berpotensi memperluas jangkauan promosi dan membuka akses pasar baru. Di sisi lain, Jawa Tengah juga memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi daerah kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai MTQ di Indonesia memiliki karakter yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan serupa di sejumlah negara. Menurutnya, MTQ di Indonesia telah berkembang menjadi tradisi masyarakat yang melibatkan berbagai lapisan, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.

Nasaruddin mengatakan, luasnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu keistimewaan penyelenggaraan MTQ di Indonesia. Tradisi tersebut berlangsung secara berjenjang, dari tingkat bawah hingga tingkat nasional dengan melibatkan daerah-daerah di seluruh Indonesia.

“Indonesia itu salah satu ciri khasnya adalah MTQ-nya sangat ramai. Di luar negeri menyelenggarakan MTQ itu, ya mungkin setingkat dengan kecamatan atau kabupaten. Nah kalau kita di sini itu dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.

Besarnya antusiasme tersebut juga terlihat dalam MTQ Nasional XXXI di Semarang. Nasaruddin menyebut jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbanyak, salah satunya karena terdapat sejumlah cabang baru yang diperlombakan.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga direncanakan dihadiri sedikitnya 17 gubernur. Sejumlah kepala daerah lainnya dijadwalkan hadir dengan diwakili pejabat dari masing-masing daerah.

Nasaruddin turut mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Terlebih, MTQ Nasional kembali digelar di Semarang setelah 47 tahun, sehingga penyelenggaraan tahun ini dinilai memiliki arti penting.

“Baru kali ini malam taaruf banyak gubernur yang datang, biasanya kan pembukaannya saja gubernur datang. Ini tanda-tanda kesuksesan,” kata Nasaruddin.

Editor : Zainal Abidin RK
MTQ xxxi umkm jateng